| dc.description.abstract | Media sosial memainkan peran penting dalam menyebarluaskan informasi dan opini publik,
terutama dalam konteks Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia. Analisis sentimen
dan pemodelan topik menjadi metode yang efektif untuk memahami persepsi masyarakat
terhadap pemilu berdasarkan data dari media sosial X (sebelumnya Twitter). Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan model analisis sentimen yang mampu mengklasifikasikan
sentimen positif, netral, dan negatif pada tweet berbahasa Indonesia serta mengidentifikasi
topik utama yang muncul dalam diskusi publik mengenai pemilu.
Metode yang digunakan dalam analisis sentimen mencakup pendekatan machine learning
dan deep learning, yaitu Naïve Bayes, Support Vector Machine (SVM), Long Short-Term
Memory (LSTM), dan Gated Recurrent Unit (GRU). Selain itu, pemodelan topik dilakukan
menggunakan Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk menemukan pola tematik dalam
diskusi di media sosial. Data yang digunakan dikumpulkan dalam rentang waktu Januari
hingga April 2024, dengan total 4500 tweet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naïve Bayes memiliki kinerja terbaik dalam
klasifikasi sentimen dengan akurasi 64%, diikuti oleh SVM dengan 63%, sementara metode
deep learning seperti LSTM dan GRU menunjukkan performa yang lebih rendah.
Pemodelan topik mengidentifikasi delapan topik utama yang mencerminkan berbagai aspek
perbincangan publik tentang pemilu, termasuk dukungan terhadap calon, keamanan pemilu,
peran KPU dan Bawaslu, serta isu-isu terkait kecurangan.
Dengan pendekatan metodologis yang sistematis, penelitian ini memberikan wawasan
mengenai opini publik terhadap Pemilu 2024 dan dapat berkontribusi dalam perancangan
strategi komunikasi serta kebijakan publik berbasis data. | en_US |