Analisis Geokimia Sumber Pencemar Timbal Pada Tanah dan Air Tanah di Pesisir Parangtritis, Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Penggunaan pupuk kimia dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran timbal
pada tanah dan air tanah yang membahayakan bagi kesehatan manusiawi.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa air tanah di daerah pertanian Desa
Parangtritis telah tercemar timbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh dari kegiatan pertanian terhadap kandungan timbal pada tanah dan air
tanah dengan menggunakan metode analisis geokimia. Sampel tanah diambil dari
lima lokasi pada dua lapisan tanah yang berbeda. Kandungan timbal pada tanah
diukur dengan menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Analisis
geokimia yang dilaksanakan meliputi perhitungan Enrichment Factor (EF),
Geoaccumulation Index (Igeo) dan pemodelan Indeks Saturasi (SI). Rata-rata
kandungan timbal pada tanah di daerah penelitian adalah 14,82 mg/kg yang berada
di bawah baku mutu untuk tanah pertanian. Kandungan ini menunjukkan
kontaminasi tanah akibat kegiatan pertanian karena melebihi nilai natural
backgroundvalue (BGV) yang ditentukan, yaitu 5,59 mg/kg untuk lapisan atas dan
8,08 mg/kg untuk lapisan bawah. Kontaminasi tersebut didukung oleh rata-rata
nilai EF sebesar 2,30 dan rata-rata nilai Igeo sebesar 0,44 yang menunjukkan telah
terjadi kontaminasi tanah ringan akibat kombinasi faktor geogenik dan
antropogenik. Kegiatan pertanian dan kondisi geologis tidak merupakan sebab
langsug dari pencemaran timbal pada air tanah Desa Parangtritis, hal itu didukung
oleh sifat tanah yang menghambat perkolasi timbal dari permukaan sampai akuifer
dan hasil pemodelan SI yang menunjukkan bahwa air tanah terhadap mineral
cerussite and anglesite dalam kondisi undersaturated. Kesimpulan dari penelitian
ini adalah bahwa penggunaan pupuk kimia dan pestisida telah menyebabkan
kontaminasi tanah tetapi tidak mempengaruhi terhadap kualitas air daerah
penelitian.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
