Show simple item record

dc.contributor.authorLestari, Elsa Dhea
dc.date.accessioned2025-05-20T03:53:15Z
dc.date.available2025-05-20T03:53:15Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55907
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara parental autonomy support dan regulasi emosi pada remaja akhir. Hipotesis penelitian ini mengasumsikan bahwa autonomy support dari orang tua, baik dari ayah maupun ibu, memiliki hubungan signifikan dengan regulasi emosi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 330 remaja akhir berusia 18-21 tahun sebagai responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala Parental Autonomy Support (P-PASS) untuk mengukur dukungan otonomi orang tua dan skala Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) untuk mengukur kesulitan regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa autonomy support dari ayah dan ibu memiliki korelasi negatif yang signifikan dengan kesulitan regulasi emosi, artinya semakin tinggi autonomy support, semakin rendah kesulitan regulasi emosi yang dialami remaja. Indikator yang paling penting dalam autonomy support adalah “Anak didorong untuk menjadi diri sendiri" dan "Anak diberikan penjelasan ketika orang tua meminta anak untuk melakukan sesuatu”. Faktor demografis seperti jenis kelamin dan penghasilan orang tua juga turut memengaruhi hubungan antara autonomy support dan regulasi emosi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAutonomy Supporten_US
dc.subjectRegulasi Emosien_US
dc.subjectRemaja Akhiren_US
dc.titleHubungan Parental Autonomy Support dan Regulasi Emosi pada Remaja Akhiren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320334


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record