| dc.description.abstract | Latar belakang: Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan yang memiliki
peran penting dalam pemeliharaan mutu obat dengan cara menempatkan perbekalan
farmasi pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang
dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tahapan penyimpanan memiliki peranan
yang penting pada tahapan pengelolaan sediaan farmasi. Pada tahapan ini berfungsi
untuk menjaga mutu dan kualitas produk. Selain menjaga mutu produk,
penyimpanan yang baik dan sesuai dengan standar yang ada akan meminimalisir
kerugiaan anggaran.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan di
Apotek Unisia Murangan berdasarkan paramater yang ada di standar pelayanan
kefarmasian di apotek dan mengetahui gambaran efisiensi ketercapaian
penyimpanan sediaan berdasarkan indikator penyimpanan.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif retrospektif dan
observasional. Data yang digunakan menggunakan data pada tahun 2021 dan
dianalisis menggunakan Excel dengan rumus yang sesuai.
Hasil: Evaluasi penyimpanan obat di Apotek Unisia Murangan berdasarkan
kecocokan obat dengan kartu stok, stok mati, dan obat kadaluarsa atau rusak masih
belum efisien. Hal ini ditunjukan dari nilai persentase kecocokan obat dengan kartu
stok didapatkan hasil sebesar 85%, nilai persentase stok mati didapatkan nilai
sebesar 9,92% dan nilai persentase obat kadaluarsa sebesar 0,8%. Nilai indikator
berdasarkan permenkes didapatkan sebesar 100%.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan penyimpanan di Apotek Unisia Murangan telah
sesuai dengan standar penyimpanan obat dan Alkes menurut PERMENKES No.73
Tahun 2016 tentang standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Dan untuk evaluasi
penyimpanan berdasarkan indikator masih belum efisien. Hal ini ditunjukan dari
nilai persentase kecocokan obat dengan kartu stok didapatkan hasil sebesar 85%,
nilai persentase stok mati didapatkan nilai sebesar 9,92% dan nilai persentase obat
kadaluarsa sebesar 0,8%. | en_US |