| dc.description.abstract | Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang
disebabkan virus dengue melalui vektor nyamuk betina Aedes sp. Salah satu
upaya pecegahan yang bisa dilakukan adalah dengan pengendalian vektor secara
biologis. Pengendalian biologis yang dapat dilakukan salah satunya dengan
pemanfaatan umbi kencur (Kaempferia galanga) yang dapat menjadi agen
larvasida karena mengandung senyawa Etil p-metoksisinamat dan flavonoid.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larvasida ekstrak metanol
umbi kencur dan mengetahui LC50 dan LC90.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan design
post-test only with control group design dengan subjek penelitian berupa larva
instar III Aedes aegypti sejumlah 560 ekor. Subjek dibagi menjadi tujuh kelompok
perlakuan dengan 2 kelompok merupakan kelompok kontrol positif dan negatif dan
5 kelompok perlakuan dengan pemberian konsentrasi 0,01%; 0,0125%; 0,015%;
0,0175%; dan 0,02%. Perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali dengan
pengamatan persentase larva yang mati setelah 24 jam. Data dianalisis dengan
uji Shapiro-Wilk dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Analisis
Probit untuk mengetahui nilai LC50 dan LC90.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan persentase mortalitas larva pada konsentrasi
0,01%; 0,0125%; 0,015%; 0,0175%; dan 0,02% berturut-turut adalah 8%, 21%,
28%, 62%, dan 98%. Hasil analisiis statistik didapatkan nilai p=0.000 (p<0.05). Hal
ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok uji.
Analisis probit didapatkan LC50 0,017% dan LC90 0,019%.
Kesimpulan: Ekstrak metanol umbi kencur (Kaempferia galanga) memiliki efek
larvasida terhadap Aedes aegypti. | en_US |