Hubungan antara Perokok Pasif dan Kejadian Hipertensi pada Orang Dewasa di Rsud Dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri
Abstract
Latar Belakang: Epidemiologi penyakit pada era modern mengalami pergeseran,
tidak hanya penyakit yang dapat menular menjadi beban kesehatan tetapi juga
non communicable disease atau penyakit tidak menular. Hal ini terjadi karena
adanya pergeseran pola hidup, sosial, ekonomi masyarakat, dan jangkauan
masyarakat yang semakin luas. Diperkirakan sekitar 1,28 miliar penduduk di dunia
menderita hipertensi. Dari hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berperan
paling banyak pada kejadian hipertensi adalah usia, jenis kelamin, pola makan,
riwayat keluarga, aktiviats fisik, dan penggunaan tembakau. Penggunaan
tembakau termasuk merokok dan penggunaan tanpa asap menjadi salah satu
risiko global yang menyebabkan penyakit dan kematian pada penyakit tidak
menular.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara perokok pasif dengan kejadian hipertensi
pada pasien dewasa RSUD di Wonogiri.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdapat 100 pasien yang terdiri
dari : 42% laki laki dan 58% perempuan; perokok pasif 47% dan bukan perokok
pasif 53%; Hipertensi esensial 38% dan tidak hipertensi 62%. Penelitian dilakukan
di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso di Wonogiri. Pengukuran perokok pasif
dilakukan dengan pengisioan kuesioner. Data kemudian diuji karakteristiknya
secara univariat. Data nominal hubungan perokok pasif dengan hipertensi diuji
dengan chi square.
Hasil: Hasil penelitian berdasarkan perhitungan uji chi-square menunjukkan
bahwa perokok pasif berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi
(p=0,001).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perokok pasif dengan
hipertensi.
Collections
- Medical Education [2860]
