Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Ii Rembang
Abstract
Latar Belakang: ASI Eksklusif menjadi program WHO dan juga sekaligus program
nasional, namun pelaksanaannya bahkan belum mencapai target di Indonesia.
Pemberian ASI Aeksklusif dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu desa di
bawah wilayah Puskesmas II Rembang memiliki posyandu yang cukup baik.
Kondisi ini diharapkan memberikan implikasi yang baik pula dalam praktik
pemberian ASI Eksklusif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Rembang II wilayah Desa Waru.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah studi cross-sectional. Sampel berjumlah
125 orang adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 – 24 bulan. Pengambilan sampel
secara total sampling dengan menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel
independen yang diteliti adalah usia, pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang ASI,
paritas, tempat bersalin, pekerjaan ibu, dan status ekonomi.
Hasil: Pemberian ASI Eksklusif mencapai 73,6% dengan karakteristik responden
yang mendominasi yaitu usia lebih dari 25 tahun (79,2%), pendidikan ibu tinggi
(55,2%), pengetahuan ASI kurang (52%), multipara (71,2%), persalinan RS atau
Puskesmas (76%), ibu tidak bekerja (81,6%), dan status ekonomi rendah (64%).
Variabel yang berhubungan secara statistik terhadap pemberian ASI Eksklusif
adalah usia, pendidikan ibu, paritas, pekerjaan ibu, dan status ekonomi. Hubungan
paling kuat dalam analisis multivariat terdapat pada usia.
Kesimpulan: Usia di atas 25 tahun, pendidikan yang tinggi, memiliki lebih dari
satu anak (multipara), tidak memiliki pekerjaan, dan status ekonomi yang rendah
memungkinkan seorang ibu untuk memberikan ASI Eksklusif berdasar hubungan
statistik.
Collections
- Medical Education [2860]
