Prarancangan Pabrik Barium Karbonat dari Barium Sulfida dan Karbon Dioksida Kapasitas 5.000 Ton/tahun
Abstract
Barium karbonat merupakan senyawa anorganik yang memiliki rumus kimia
BaCO3, barium karbonat digunakan pada berbagai industri yaitu batu bata, kaca,
keramik, pengeboran minyak, fotografi dan kimia. Pemenuhan kebutuhan barium
karbonat di Indonesia masih dilakukan dengan mengimpor sehingga
pembangunan pabrik barium karbonat sangat diperlukan. Perancangan pabrik
dengan kapasitas 5.000 ton/tahun ini nantinya akan didirikan di daerah
Jarangkuwung, Kabupaten Gresik. Pendirian pabrik ini didasarkan pada beberapa
pertimbangan seperti sumber bahan baku, transportasi, ketersediaan tenaga kerja
dan juga kondisi lingkungan. Pembuatan barium karbonat dilakukan dengan
mereaksikan barium sulfida (BaS) dengan karbon dioksida (CO2) menggunakan
reaktor gelembung secara kontinyu dengan kondisi operasi 30°C dan 1 atm.
Bahan baku barium sulfida yang diperlukan sebanyak 1.083,796 kg/jam
sedangkan karbon dioksida sebanyak 140,793 kg/jam. Kebutuhan utilitas meliputi
total kebutuhan air sebanyak 20.081 kg/jam, serta listrik untuk alat proses dan
utilitas sebanyak 141,487 kW. Pabrik barium karbonat ini memiliki tingkat resiko
tinggi (high risk), sehingga besaran pajak yang digunakan 25%, dengan kategori
ROI minimal 44%, nilai POT maksimal sebesar 2 tahun dan BEP sebesar 40-60%.
Hasil evaluasi ekonomi pabrik barium karbonat menunjukkan nilai keuntungan
sebelum pajak sebesar Rp. 85.591.505.605, dari perhitungan didapatkan nilai ROI
sebelum pajak sebesar 45,18% dan setelah perhitungan pajak sebesar 33,88% Pay
Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,8 tahun dan setelah pajak 2,3 tahun, BEP
(Break Even Point) sebesar 41,03%, SDP (Shut Down Point) sebesar 24,06% dan
nilai DCFR (Discounted Cash Flow Rate) sebesar 23,79%. Berdasarkan hasil
analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik barium karbonat secara
ekonomi layak untuk didirikan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
