| dc.description.abstract | Manajemen proyek atau pengelolaan proyek sangat diperlukan dalam
sebuah pembangunan proyek konstruksi. Dimana proyek kontruksi merupakan
suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu
dalam batasan waktu, biaya dan mutu tertentu. Efisiensi dan efektivitas kerja yang
diharapkan sering tidak sesuai rencana dalam pelaksanaannya. Hal tersebut
dibuktikan dari hasil lapangan yang menunjukkan waktu penyelesaian sebuah
proyek bervariasi, sehingga waktu penyelesaian suatu proyek tidak dapat dipastikan
dapat ditepati.Cara yang perlu diperhatikan untuk mengatasi hal tersebut yaitu,
dengan menerapkan konsep perencanaan untuk meminimalkan kegagalan pada
suatu proyek yang dapat menyebabkan kerugian.
Pengumpulan data sekunder berupa time schedule proyek, rencana anggaran biaya
(RAB), durasi pekerjaan dan jumlah pekerjaan dalam jenis pekerjaan dianalisis
dengan metode Linier Scheduling Method (LSM). Penyusunan ini berdasarkan
durasi tiap item pekerjaan, kegiatan pekerjaan yang saling berkaitan dan kegiatan
yang mendahului kegiatan yang lainnya (predecessor).
Total waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek Pembangunan Perumahan
Amandhika Town House Temanggung atau proyek existing memerlukan waktu
selama kurang lebih 24 bulan. Sedangkan penjadwalan menggunakan Metode
Linier Scheduling Method membutuhkan waktu penyelesaian proyek selama 117
hari. Proyek akan lebih cepat waktu penyelesaiannya jika menggunakan metode
Linear Scheduling Method. Hasil analisa menunjukkan bahwa LSM cocok untuk
diterapkan pada proyek repetitif karena mampu menjadwalkan pekerjaan berulang
dan menganalisis kemungkinan terjadinya hambatan pada pelaksanaan konstruksi. | en_US |