• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tindakan Intoleransi Mayoritas Muslim Terhadap Jemaah Masjid Aolia Perspektif Maqāṣid Syarī’ah dan HAM (Studi Kasus di Kecamatan Panggang Gunung Kidul)

    Thumbnail
    View/Open
    22913061.pdf (2.916Mb)
    Date
    2025
    Author
    Ulya, Asa Arifatul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Fenomena Intoleransi beragama di Indonesia semakin memprihatinkan, khususnya Intoleransi internal dalam komunitas Muslim sendiri, sebagaimana terjadi pada Jemaah Masjid Aolia di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, yang mengalami diskriminasi dan marginalisasi akibat perbedaan praktik keagamaan, terutama setelah viralnya penentuan 1 Syawal 2024 yang berbeda dengan aliran Islam arus utama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab Intoleransi dan merumuskan solusi berdasarkan perspektif Maqāṣid Syarī'ah dan HAM. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan yang dipadukan dengan konsep Maqāṣid Syarī'ah dan HAM. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan enam informan kunci termasuk pemimpin jemaah, aparat desa, dan anggota jemaah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intoleransi terhadap Jemaah Masjid Aolia terutama disebabkan oleh kesalahpahaman tentang praktik keagamaan mereka yang diperkuat melalui media sosial, sementara masyarakat lokal justru mampu menjaga toleransi meskipun berbeda keyakinan. Solusi efektif dapat dirumuskan melalui integrasi Maqāṣid Syarī'ah kontemporer yang menekankan perlindungan kehormatan manusia dengan implementasi kerangka hukum HAM, meliputi reformasi pendidikan agama, pengembangan narasi publik inklusif, dan pembentukan forum dialog antariman untuk membangun kesalingpahaman dalam mengatasi Intoleransi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/55503
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV