Show simple item record

dc.contributor.authorRosiana, Auliya
dc.date.accessioned2025-05-05T03:15:16Z
dc.date.available2025-05-05T03:15:16Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55480
dc.description.abstractFenomena terkini pada UMKM adalah rendahnya business life cycle karena kurangnya adaptasi terhadap perubahan global pasca pemulihan pandemi COVID-19, di mana kapabilitas digitalisasi menghadirkan tantangan luar biasa bagi UMKM yang sebelumnya berkembang melalui metode konvensional. Peningkatan pemahaman pada situasi ini harus didahului dengan pengembangan berkelanjutan Modal Intelektual yang difasilitasi oleh Sistem Kerja Berkinerja Tinggi untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam bentuk pembaruan yang seimbang, efektif, dan efisien, yang dikenal sebagai Ambidexterity Organisasi, serta Ketahanan Organisasi, dan kemampuan penyerapan pengetahuan atau Knowledge Absorptive Capacity serta diperkuat dengan Islamic Spiritualitas karena penelitian dilaksanakan di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim. Penelitian ini mengukur penyebab dan keberhasilan keberlanjutan UMKM dengan 150 responden yang merupakan Pemilik/Manajer atau pengelola UMKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Penelitian kuantitatif ini memanfaatkan program Amos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja Berkinerja Tinggi memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung melalui mediasi Modal Intelektual terhadap Organizational Ambidexterity, Organizational Resilence, dan Knowledge Absorptive Capacity serta dimoderasi oleh Islamic Spirituality. High Performance Work System memiliki pengaruh langsung terhadap Intellectual Capital namun tidak pada Organizational Ambidexterity, Organizational Resilience, dan Knowledge Absorptive Capasity. Pengembangan Intellectual Capital memiliki pengaruh langsung terhadap Ambidexterity Organisasi dan Organizational Resilence serta berhasil memediasi hubungan High Performance Work System terhadap Organizational Ambidexterity dan Organizational Resilience namun tidak pada Knowledge Absorptive Capacity. Sementara Islamic Spiriualitas dapat sebagai penguat hubungan High Performance Work System terhadapt Organizational Ambidexterity dan Organizational Ambidexterity namun tidak pada variabel Knowledge Absorptive Capacity.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePengaruh HPWS (High-performance Work System) Terhadap Organizational Ambidexterity, Knowledge Absorptive Capacity, dan Organizational Resilience: Peran Intellectual Capital Sebagai Mediasi dan Islamic Spiritual Sebagai Moderasien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20981018


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record