| dc.description.abstract | Fenomena terkini pada UMKM adalah rendahnya business life cycle karena kurangnya
adaptasi terhadap perubahan global pasca pemulihan pandemi COVID-19, di mana
kapabilitas digitalisasi menghadirkan tantangan luar biasa bagi UMKM yang sebelumnya
berkembang melalui metode konvensional. Peningkatan pemahaman pada situasi ini
harus didahului dengan pengembangan berkelanjutan Modal Intelektual yang difasilitasi
oleh Sistem Kerja Berkinerja Tinggi untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam
bentuk pembaruan yang seimbang, efektif, dan efisien, yang dikenal sebagai
Ambidexterity Organisasi, serta Ketahanan Organisasi, dan kemampuan penyerapan
pengetahuan atau Knowledge Absorptive Capacity serta diperkuat dengan Islamic
Spiritualitas karena penelitian dilaksanakan di Indonesia dengan mayoritas penduduk
muslim. Penelitian ini mengukur penyebab dan keberhasilan keberlanjutan UMKM
dengan 150 responden yang merupakan Pemilik/Manajer atau pengelola UMKM di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Penelitian kuantitatif ini
memanfaatkan program Amos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja
Berkinerja Tinggi memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung melalui mediasi Modal
Intelektual terhadap Organizational Ambidexterity, Organizational Resilence, dan
Knowledge Absorptive Capacity serta dimoderasi oleh Islamic Spirituality. High
Performance Work System memiliki pengaruh langsung terhadap Intellectual Capital
namun tidak pada Organizational Ambidexterity, Organizational Resilience, dan
Knowledge Absorptive Capasity. Pengembangan Intellectual Capital memiliki pengaruh
langsung terhadap Ambidexterity Organisasi dan Organizational Resilence serta berhasil
memediasi hubungan High Performance Work System terhadap Organizational
Ambidexterity dan Organizational Resilience namun tidak pada Knowledge Absorptive
Capacity. Sementara Islamic Spiriualitas dapat sebagai penguat hubungan High
Performance Work System terhadapt Organizational Ambidexterity dan Organizational
Ambidexterity namun tidak pada variabel Knowledge Absorptive Capacity. | en_US |