Upaya Australia Palestine Advocacy Network (Apan) dalam mendorong Komitmen Pemerintah Australia Terhadap Konflik Israel Palestina 2019-2024
Abstract
Konflik Israel-Palestina terus berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat,
terutama sejak 7 Oktober 2023 Israel melancarkan serangan militer besar-besaran. Isu
tersebut yang sebelumnya tidak terlalu sensitif dalam politik Australia, kini menjadi
isu yang memecah. Kondisi ini mengundang simpati masyarakat global, termasuk
individu, entitas politik, dan media. Salah satunya adalah Australia Palestine Advocacy
Network (APAN), sebuah koalisi nasional yang memanfaatkan semangat warga
Australia untuk hak asasi manusia, keadilan, dan kesetaraan bagi Palestina. APAN
bergerak sebagai pressure group yang berupaya mendorong perubahan positif dalam
kebijakan Pemerintah Australia terkait konflik Israel-Palestina, Fokus penelitian ini
terbatas pada periode antara tahun 2019 hingga 2024, di mana terjadi perbedaan
kebijakan politik yang besar akibat pergantian kekuasaan dari Partai Liberal ke Partai
Buruh, hingga berbagai perubahan signifikan dalam politik luar negeri Australia serta
serangkaian peristiwa penting yang mempengaruhi dinamika konflik tersebut. Melalui
lanskap kelompok tekanan penulis melihat bagaimana pengaruh yang dilakukan oleh
APAN melalui tiga strategi yaitu lobi, propaganda, kampanye kesadaran dalam pemilu.
Adapun hasil penelitian menunjukan pengaruh gerakan APAN di Australia dengan
menggunakan ketiga strategi tersebut berlangsung efektif. Meskipun APAN telah
mencapai beberapa kemajuan, masih terdapat tantangan yang dihadapi. Kelompok pro-
Israel yang kuat di Australia sering berusaha mendiskreditkan upaya APAN dan
mempengaruhi kebijakan pemerintah. Namun, dukungan yang meningkat dari
masyarakat serta beberapa politisi yang mendukung hak-hak Palestina memberikan
harapan bagi APAN untuk terus mempengaruhi kebijakan pemerintah di masa depan.
Collections
- International Relations [914]
