Alternatif Perkuatan Lereng dengan Gravity Wall dan Geosintetik pada Kawasan PT United Tractors Satui Kalimantan Selatan
Abstract
Suatu dinding penahan tanah di kawasan PT United Tractors Satui, Kalimantan Selatan,
mengalami keruntuhan akibat peningkatan tekanan air pori tanah. Analisis stabilitas perlu dilakukan
untuk mengetahui angka aman perkuatan dengan kondisi lereng eksisting yang sudah diidentifikasi.
Perbaikan perkuatan lereng dilakukan dengan membandingkan alternatif perkuatan perancangan
ulang dinding penahan tanah tipe gravitasi (gravity wall redesign) dan geosintetik yang
dikombinasikan dengan cerucuk bambu.
Analisis stabilitas gravity wall eksisting dilakukan dengan asumsi kondisi kering dan kenaikan
Muka Air Tanah (MAT). Metode analisis yang digunakan adalah metode Rankine dan finite element
method (FEM). Opsi alternatif yang dirancang meliputi gravity wall redesign sebagai alternatif 1
dan lereng yang diperkuat dengan geosintetik, yaitu geogrid, sebagai alternatif 2. Kedua alternatif
akan ditambahkan perkuatan tanah dasar dengan cerucuk bambu. Tahap perancangan dan syarat
minimum angka aman kedua alternatif ini mengacu pada persyaratan SNI 8460 Tahun 2019 dan
peraturan Bina Marga 2009.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng pada kawasan PT United Tractors Satui memiliki
jenis tanah lempung dengan konsistensi keras pada kedalaman 15,30 m. Gravity wall eksisting pada
kondisi kenaikan MAT tidak aman terhadap stabilitas guling dengan angka aman 1,394 (syarat ≥
1,5) dan tidak aman terhadap stabilitas daya dukung. Kegagalan daya dukung juga terjadi pada
kondisi kering. Perkuatan tanah dasar dengan cerucuk bambu ditambahkan pada perancangan kedua
alternatif perkuatan. Hasil analisis alternatif 1 diperoleh angka aman 2,238 (≥ 1,5) untuk stabilitas
geser, 3,538 (≥ 2) untuk stabilitas guling, 4,439 (≥ 3) untuk stabilitas daya dukung tanah, dan 2,412
(≥ 1,5) untuk stabilitas global. Hasil analisis alternatif 2 diperoleh angka aman terkecil 2 (≥ 1,5)
untuk stabilitas terhadap tahanan cabut, 1,966 (≥ 1,3) untuk stabilitas gelincir, dan 1,597 (≥ 1,3)
untuk stabilitas global. Kedua alternatif telah memenuhi syarat minimum angka aman di setiap
tinjauan stabilitas.
Collections
- Civil Engineering [4785]
