Analisa Faktor Penyebab dan Mitigasi Risiko Pada Proyek Konstruksi dengan Metode SEM & FTA (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Ibu dan Anak Terpadu RS Sardjito)
Abstract
Industri konstruksi menghadapi kompleksitas yang meningkat akibat faktor-faktor
seperti permintaan proyek spesifik dan interaksi antar profesional, terutama pada
proyek rumah sakit yang melibatkan banyak pihak. Risiko yang dihadapi, termasuk
keterlambatan proyek dan masalah keselamatan kerja, memerlukan penerapan
teknologi dan manajemen yang inovatif. Proyek pembangunan Gedung Ibu dan Anak
Terpadu RS Sardjito memiliki risiko tinggi, sehingga analisis faktor penyebab risiko
dan mitigasi sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh
faktor-faktor risiko dominan terhadap Proyek Manajemen Risiko pada pembangunan
Gedung Ibu dan Anak Terpadu RS Sardjito, mengidentifikasi faktor-faktor risiko
dominan yang memengaruhi proyek tersebut, serta memberikan rekomendasi tindakan
mitigasi yang tepat untuk mengatasi faktor risiko dominan guna memastikan
kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan proyek. Metode yang digunakan adalah
Structural Equation Modeling (SEM) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk
mengidentifikasi dan mengurangi risiko. Hasil penelitian ini dapat mengidentifikasi
empat faktor risiko dominan yang memengaruhi manajemen risiko pembangunan
Gedung Ibu dan Anak Terpadu RS Sardjito berdasarkan uji SEM, yaitu Teknikal
Risiko, SDM, dan Desain yang berpengaruh positif, serta Logistik yang berpengaruh
negatif. Faktor Force Majeure tidak memiliki pengaruh signifikan. Hasil FTA
mengungkapkan tiga kategori risiko dominan: mutu (indikator: metode konstruksi
tidak sesuai, kualitas material tidak memenuhi spesifikasi, ketidakakuratan spesifikasi
desain, kekurangan gambar rinci), biaya (indikator: kenaikan harga material,
pengadaan bahan tidak sesuai jadwal, perubahan jumlah tenaga kerja, persetujuan
desain terlambat), dan waktu (indikator: akses sulit, kemacetan, keterlambatan
pengiriman material). Rencana mitigasi meliputi peningkatan pelatihan, pemeliharaan
peralatan, pengawasan metode konstruksi, koordinasi tim, survei harga, optimalisasi
transportasi, serta rekayasa lalu lintas untuk memastikan kelancaran proyek.
