Analisis Deviasi Implementasi Amdal Pada Kegiatan Pertambangan Nikel di Kabupaten Banggai
Abstract
Peningkatan aktivitas pertambangan nikel di Kabupaten Banggai telah memicu
berbagai dampak lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air dan
konflik sosial. Tujuan dari studi ini yaitu untuk menganalisis deviasi implementasi
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada dampak penurunan
kualitas udara, dampak penurunan kualitas air permukaan dan dampak sosial
ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang
mengacu pada teori pembangunan berwawasan lingkungan yang menekankan
keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian
lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian
menunjukkan adanya deviasi atau ketidaksesuaian antara idealitas dan realitas
dalam implementasi AMDAL. Deviasi ini menyebabkan beberapa aduan
masyarakat yaitu pada dampak penurunan kualitas udara berupa paparan debu
(TSP), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2)
dan timbal (Pb) yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Pada dampak
penurunan kualitas air permukaan yaitu masyarakat kehilangan air bersih yang
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, air sungai berubah warna menjadi cokelat
kemerahan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat dan dampak terhadap
lahan pertanian menjadi tidak subur yang mempengaruhi kualitas lahan pertanian
yaitu menurunnya hasil panen. Pada dampak sosial ekonomi terjadinya konflik
lahan dan lapangan pekerjaan yang mempengaruhi tingkat pendapatan
masyarakat, tingkat kesejahteraan masyarakat dan perubahan kualitas hidup.
