Show simple item record

dc.contributor.authorRaafi, Attillah Oxxa
dc.date.accessioned2025-04-24T03:40:33Z
dc.date.available2025-04-24T03:40:33Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55354
dc.description.abstractPandemi COVID-19 menyebabkan kontraksi ekonomi global yang signifikan, dengan pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan tajam. Sebagai negara dengan status middle power, Indonesia berperan strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui Presidensi G20 tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indonesia dalam forum G20, dengan fokus pada inisiatif pemulihan ekonomi pasca pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memainkan peran kunci dalam tiga aspek utama, yaitu reformasi sistem kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan. Indonesia memimpin pembentukan Pandemic Fund dengan total dana sebesar USD 1,4 miliar, mendorong kebijakan digitalisasi ekonomi melalui Digital Economy Working Group (DEWG), serta menginisiasi Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan pendanaan sebesar USD 20 miliar. Keberhasilan dalam menyelenggarakan G20 mengukuhkan posisi Indonesia sebagai middle power yang mampu menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang. Indonesia diharapkan dapat mempertahankan momentum ini dengan terus memperkuat kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan dalam forum ekonomi global.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPandemi COVID-19en_US
dc.subjectPresidensi G20 Indonesiaen_US
dc.subjectMiddle Power Diplomacyen_US
dc.titlePeran Indonesia Sebagai Middle Power Melalui Presidensi G20 dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 pada Tahun 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323235


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record