| dc.description.abstract | Dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu siswa menghadapi dampak
psikologis akibat perceraian orang tua. Namun, terdapat kemungkinan perbedaan dalam
penerimaan dan pemanfaatan dukungan sosial antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dukungan sosial yang diterima oleh siswa laki-laki
dan perempuan yang orang tuanya bercerai, baik dari keluarga, teman sebaya, maupun guru.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei yang
melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengalami perceraian orang tua.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan cenderung lebih aktif mencari dan
menerima dukungan emosional dari keluarga dan teman sebaya dibandingkan dengan siswa
laki-laki. Sebaliknya, siswa laki-laki lebih sering menunjukkan kemandirian dan cenderung
menerima dukungan dalam bentuk instrumental, seperti bantuan akademik dari guru atau
teman. Perbedaan ini menunjukkan bahwa strategi dukungan sosial harus disesuaikan dengan
karakteristik kebutuhan masing-masing gender. Temuan ini memberikan implikasi bagi
keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial untuk mengoptimalkan bentuk dukungan yang sesuai
guna membantu siswa menghadapi dampak perceraian orang tua secara lebih efektif. | en_US |