Show simple item record

dc.contributor.authorFajar
dc.date.accessioned2025-04-22T07:37:03Z
dc.date.available2025-04-22T07:37:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55293
dc.description.abstractPenyandang disabilitas yang terus meningkat menjadi permasalahan dalam mewujudkan hak dan kesempatan berpartisipasi untuk kehidupan yang lebih sejahtera, mandiri, dan tanpa adanya diskriminasi. Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam mengakses fasilitas publik seperti pasar rakyat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi rakyat menengah ke bawah. Masyarakat khususnya penyandang disabilitas sangat bergantung pada pasar rakyat untuk memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, dan untuk bekerja sebagai pedagang. Namun kenyataannya penyandang disabilitas masih mengalami diskriminasi dengan adanya batasan, hambatan, dan kesulitan yang dialami untuk mengakses pasar rakyat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria yang diperlukan dalam mendesain pasar rakyat yang inklusif dan untuk mendesain pasar rakyat yang inklusif terhadap kenyamanan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (case study) dengan menggunakan observasi, simulasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian sebagai informan adalah penyandang disabilitas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perancangan pasar rakyat yang inklusif berdasarkan kriteria seperti sirkulasi horizontal, sirkulasi vertikal, fasilitas penunjang yang mengacu pada prinsip desain universal. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa Pasar rakyat di Kota Kendari belum memenuhi inklusivitas terhadap kenyamanan penyandang disabilitas. Dari tujuh prinsip desain universal hanya prinsip kesesuaian ukuran dan ruang secara ergonomis yang diterapkan pada beberapa fasilitas dan aksesibilitas pasar seperti, jalur masuk kawasan, pintu, koridor, dan tangga. Prinsip lainnya seperti penggunaan yang adil dan upaya fisik yang rendah hanya diterapkan pada pintu masuk Pasar Sentral Kota Kendari. Pintu masuk tersebut dapat diakses dengan mudah oleh penyandang disabilitas seperti tunanetra, pengguna kruk, dan pengguna kursi roda dan penggunaan material yang ringan dapat dibuka tanpa upaya fisik yang maksimal. Hasil rekomendasi desain fasilitas dan aksesibilitas pasar rakyat menunjukkan bahwa koridor, selasar, kios, dan lapak membutuhkan ruang gerak yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, bahwa fasilitas di pasar rakyat perlu diperluas sesuai dengan desain universal. Berdasarkan PMPU dan PRRI No. 14/PRT/M/2017 dan SNI 8152:2021 pasar rakyat mengenai standar ukuran dan kelengkapan fasilitas pendukung pada jalur masuk kawasan, jalur masuk bangunan, koridor, selasar, kios, lapak, dan rambu belum memenuhi standar kemudahan dan kenyamanan penyandang disabilitas. Selain itu, rekomendasi desain kios dan lapak untuk penyandang disabilitas sebagai pedagang dapat memberikan peluang bagi mereka menjadi pelaku ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi prevalensi kemiskinan bagi penyandang disabilitas sebagai kelompok ekonomi terbawah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFasilitas dan Aksesibilitasen_US
dc.subjectPasar Rakyaten_US
dc.subjectPenyandang Disabilitasen_US
dc.subjectDesain Universalen_US
dc.titleKajian Fasilitas Pasar Rakyat Yang Inklusif Terhadap Penyandang Disabilitasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20922008


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record