Efektivitas Zat Besi Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri dengan Anemia Defisiensi Zat Besi: Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah kesehatan
yang signifikan di kalangan remaja putri karena meningkatnya kebutuhan zat besi
selama pertumbuhan yang cepat dan menstruasi. Asupan makanan yang tidak
memadai, penyerapan yang buruk, dan kehilangan darah menstruasi berkontribusi
terhadap kondisi ini, yang menyebabkan kelelahan, penurunan fungsi kognitif, dan
penurunan produktivitas. Intervensi yang efektif diperlukan untuk mengatasi ADB
pada populasi yang rentan ini.
Tujuan: Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas
suplementasi zat besi dalam meningkatkan kadar hemoglobin di kalangan remaja
putri dengan anemia defisiensi besi.
Metode: Pencarian sistematis dilakukan menggunakan basis data seperti PubMed
dan ScienceDirect. Studi yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024 disertakan,
dengan fokus pada uji coba Randomized Controlled Trials (RCT) yang menilai
dampak suplementasi zat besi pada kadar hemoglobin pada remaja putri. Proses
seleksi mengikuti pedoman PRISMA-ScR, dan data yang relevan diekstraksi dan
disintesis.
Hasil: Sebanyak enam studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan tersebut
menunjukkan bahwa suplementasi zat besi, baik melalui sumber makanan,
makanan yang difortifikasi, atau suplemen oral, secara signifikan meningkatkan
kadar hemoglobin. Berbagai formulasi, termasuk biskuit yang difortifikasi zat besi,
spirulina, dan multivitamin yang diperkaya zat besi, terbukti efektif dalam
mengurangi prevalensi anemia. Namun, efektivitasnya bervariasi tergantung pada
faktor-faktor seperti kebiasaan makan, bioavailabilitas zat besi, dan kepatuhan
terhadap suplementasi.
Kesimpulan: Suplementasi zat besi merupakan strategi yang efektif untuk
meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan ADB. Namun,
mengoptimalkan dampaknya memerlukan penanganan faktor-faktor seperti
asupan makanan, peningkat penyerapan, dan kepatuhan terhadap suplementasi.
Penelitian di masa mendatang harus mengeksplorasi efek jangka panjang,
pengaruh genetik, dan intervensi alternatif untuk meningkatkan status zat besi
pada populasi ini.
Collections
- Medical Education [2860]
