Hubungan Disleksia dengan Profil IQ dan Perkembangan Kognitif Anak: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Disleksia adalah gangguan perkembangan saraf yang
mempengaruhi kemampuan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, serta
menerjemahkan tulisan menjadi kata-kata dan mengungkapkan makna kata
secara lisan. Gangguan ini terjadi meskipun individu yang mengalaminya memiliki
kecerdasan yang normal atau bahkan di atas rata-rata. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji hubungan antara disleksia, profil IQ, dan perkembangan kognitif
anak usia sekolah dengan menggunakan pendekatan scoping review.
Metode Penelitian: Metode scoping review, dengan pencarian sistematis pada
database elektronik seperti PubMed dan EBSCOhost dalam rentang tahun 2014-
2024. Proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA-ScR, dengan kriteria
inklusi mencakup artikel yang membahas disleksia pada anak usia sekolah (6-12
tahun).
Hasil: Mayoritas anak dengan disleksia memiliki IQ dalam rentang rata-rata,
dengan sebagian lainnya menunjukkan IQ superior. Anak-anak dengan disleksia
cenderung memiliki perbedaan antara Verbal IQ (VIQ) dan Performance IQ (PIQ),
di mana VIQ sering kali lebih rendah dibandingkan PIQ. Faktor-faktor seperti
kesadaran fonologis, memori kerja, dan kecepatan penamaan cepat memiliki
korelasi yang signifikan dengan keterampilan literasi mereka. Intervensi berbasis
kognitif-perilaku terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan
menulis.
Simpulan: Disleksia tidak selalu berhubungan dengan rendahnya IQ, tetapi lebih
kepada ketidakseimbangan dalam keterampilan kognitif tertentu. Profil IQ anak
dengan disleksia sering kali menunjukkan kesenjangan antara VIQ dan PIQ,
dengan tantangan besar dalam aspek verbal. Oleh karena itu, intervensi
pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan kognitif anak sangat penting
untuk mengatasi kesulitan literasi pada anak disleksia.
Collections
- Medical Education [2860]
