Identifikasi Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Pengambilan Keputusan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dalam Mengikuti Bimbingan Belajar
Abstract
Latar Belakang: Pendidikan dokter dianggap sebagai sesuatu yang penuh
tekanan karena cakupan materi yang luas dan beragam bentuk penilaian. Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menerapkan Problem-Based
Learning (PBL) dalam proses pembelajaran yang berprinsip Student-Centered
Learning (SCL). Student-Centered Learning sendiri menuntut mahasiswa untuk
dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Namun, banyak mahasiswa
menghadapi kesulitan akademis, sehingga bimbingan belajar (bimbel) menjadi
solusi alternatif. Fenomena bimbel di FK UII tidak hanya diselenggarakan untuk
Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) tetapi juga
untuk mendukung tutorial-PBL. Sayangnya, bimbel ini sering kali berorientasi pada
Teacher-Centered Learning (TCL), bertentangan dengan prinsip SCL yang
diharapkan.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
yang memengaruhi keputusan mahasiswa FK UII dalam mengikuti bimbingan
belajar untuk proses diskusi tutorial-PBL.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur
yang melibatkan 12 mahasiswa dari angkatan 2021, 2022 dan 2023 yang
memenuhi kriteria tertentu. Teknik snowball sampling digunakan untuk
memperoleh partisipan yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis
tematik dengan langkah-langkah mulai dari transkripsi, pengkodean,
pembentukan tema, hingga interpretasi hasil.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa keputusan mahasiswa mengikuti
bimbel dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu strategi belajar individu
belum efektif, kualitas penyedia bimbel, pengaruh teman, tuntuan akademik dalam
pendidikan kedokteran serta tingkat manfaat yang diperoleh melalui bimbel.
Mahasiwa menilai bimbel dapat meningkatkan efisiensi waktu dan efektivitas
dalam belajar sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diskusi tutorial. Namun,
bimbel memiliki keterbatasan dalam penyediaan materi secara komprehensif dan
menurunkan kemampuan belajar mandiri akibat ketergantungan materi bimbel.
Kesimpulan: Keputusan mahasiswa FK UII mengikuti bimbel diperngaruhi oleh
berbagai faktor. Meskipun bimbel memiliki manfaat dalam proses belajar, metode
pembelajarannya bertentangan dengan prinsip Student-Centered Learning (SCL)
dalam pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Collections
- Medical Education [2860]
