Show simple item record

dc.contributor.authorYussa, Puan Muda Fazila
dc.date.accessioned2025-03-18T04:23:54Z
dc.date.available2025-03-18T04:23:54Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55230
dc.description.abstractLatar Belakang: Pendidikan seksual merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, terutama bagi anak dengan Down Syndrome yang mengalami keterbatasan kognitif dan sosial. Anak dengan Down Syndrome tetap mengalami perubahan fisik dan hormonal saat pubertas, sehingga memerlukan pemahaman yang tepat mengenai pendidikan seksual. Orang tua memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak, namun sering kali menghadapi kendala seperti kurangnya informasi, hambatan komunikasi, serta stigma sosial yang masih menganggap topik ini tabu. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana orang tua memberikan pendidikan seksual kepada anak dengan Down Syndrome dan tantangan yang mereka hadapi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak dengan Down Syndrome pada masa pubertas, serta strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan dalam penyampaian pendidikan seksual. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome serta 1 guru SLB di SLB Negeri 1 Bantul, Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan metode coding tematik untuk menemukan pola pengalaman informan dalam memberikan pendidikan seksual. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome beragam, dari penerimaan positif hingga perasaan awal penolakan yang akhirnya berubah seiring waktu. Orang tua mengalami berbagai kendala dalam memberikan pendidikan seksual, seperti kurangnya pemahaman, hambatan komunikasi, serta pemahaman anak yang terbatas. Untuk mengatasi tantangan ini, orang tua menerapkan berbagai strategi, antara lain pengajaran secara bertahap, penggunaan bahasa sederhana, praktik langsung, serta memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak dengan Down Syndrome, tetapi masih menghadapi berbagai kendala dalam prosesnya. Orang tua membutuhkan dukungan dari sekolah, tenaga medis, serta akses informasi yang lebih luas agar dapat menyampaikan pendidikan seksual dengan lebih efektif. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang membantu orang tua dalam memahami dan mengajarkan pendidikan seksual kepada anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih tepat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPendidikan Seksualen_US
dc.subjectOrang Tuaen_US
dc.subjectDown Syndromeen_US
dc.subjectPubertasen_US
dc.titlePeran Orang Tua dalam memberikan Pendidikan Seksual Anak dengan Down Syndrome Pada Masa Pubertasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711096


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record