| dc.description.abstract | Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai
hiperglikemik dan dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan tinggi karbohidrat,
gula, dan lemak berlebih meningkatkan risiko hiperglikemik. Prevalensi diabetes
terus meningkat dengan banyak kasus tidak terdiagnosis. Gaya hidup tidak sehat,
termasuk konsumsi street food menjadi factor risiko utama. Street food umumnya
tinggi energi, rendah serat, dan minim nutrisi. Konsumsi street food berlebih
berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah. Hal ini disebabkan tingginya
kandungan karbohidrat dan lemak.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara asupan street food dengan
kadar gula darah puasa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
menerapkan teknik analisis observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Pengambilan sampel pada penelitian
ini menggunakan teknik random sampling. Variabel penelitian yaitu asupan street
food sebagai variable bebas dan variable terikat adalah kadar gula darah puasa.
Analisis bivariat mengunakan Pearson dan Spearman correlation.
Hasil: Analisis bivariat menunjukkan asupan street food dalam bentuk minuman
memiliki korelasi positif dan bermakna secara statistik dengan kadar gula darah
puasa (r=0,338, p=0,041).
Kesimpulan: Adanya hubungan antara asupan street food dalam bentuk
minuman berupa minuman dengan kadar gula darah puasa. | en_US |