Show simple item record

dc.contributor.authorSudarman, Utami Amalia
dc.date.accessioned2025-03-18T03:29:31Z
dc.date.available2025-03-18T03:29:31Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55222
dc.description.abstractDunia mengalami krisis besar yang belum pernah terjadi di tahun 2020 dengan munculnya Covid-19 serta berdampak buruk terhadap perekonomian global. Menghadapi situasi ini, pemerintah Jepang mengambil beragam kebijakan internal untuk membatasi penyebaran virus sambil berusaha menjaga agar kegiatan sosial dan ekonominya tetap berjalan. Lebih dari sekadar manajemen krisis, Jepang memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra negaranya sebagai demokrasi pasifis dan meluruskan persepsi internasional yang terbentuk sejak masa perang. Langkah awal yang diambil Jepang adalah menginisiasi program-program pertukaran, dengan penekanan pada aspek budaya, dengan membentuk lembaga penguat budayanya melalui Japan House yang berada dalam 3 kota besar didunia. Dalam penelitian ini akan berfokus pada pembahasan peran Japan House London sebagai bentuk instrumen Diplomasi Publik Jepang di rentan waktu 4 tahun yang diklasifikasikan sebagai masa pandemi, masa transisi pandemi, dan masa pasca pandemi. Penelitian ini akan menganalisis strategi Japan House London melalui perspektif konsep News Public Diplomacy (NPD) yang digagas oleh Mark Leonard, dalam mengimplementasikan 3 dimensi pada teori ini.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.subjectJapan House Londonen_US
dc.subjectDiplomasi Publiken_US
dc.subjectNew Public Diplomacyen_US
dc.titleJapan House London Sebagai Instrumen Diplomasi Publik Jepang: Strategi Adaptasi dari Masa Pandemi Covid-19 Hingga Era Pemulihan (2020-2024)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323295


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record