| dc.description.abstract | Dunia mengalami krisis besar yang belum pernah terjadi di tahun 2020 dengan
munculnya Covid-19 serta berdampak buruk terhadap perekonomian global.
Menghadapi situasi ini, pemerintah Jepang mengambil beragam kebijakan internal
untuk membatasi penyebaran virus sambil berusaha menjaga agar kegiatan sosial dan
ekonominya tetap berjalan. Lebih dari sekadar manajemen krisis, Jepang
memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra negaranya sebagai demokrasi
pasifis dan meluruskan persepsi internasional yang terbentuk sejak masa perang.
Langkah awal yang diambil Jepang adalah menginisiasi program-program pertukaran,
dengan penekanan pada aspek budaya, dengan membentuk lembaga penguat
budayanya melalui Japan House yang berada dalam 3 kota besar didunia. Dalam
penelitian ini akan berfokus pada pembahasan peran Japan House London sebagai
bentuk instrumen Diplomasi Publik Jepang di rentan waktu 4 tahun yang
diklasifikasikan sebagai masa pandemi, masa transisi pandemi, dan masa pasca
pandemi. Penelitian ini akan menganalisis strategi Japan House London melalui
perspektif konsep News Public Diplomacy (NPD) yang digagas oleh Mark Leonard,
dalam mengimplementasikan 3 dimensi pada teori ini. | en_US |