Show simple item record

dc.contributor.authorAisyabitah, Najma Kalisha
dc.date.accessioned2025-03-18T03:12:51Z
dc.date.available2025-03-18T03:12:51Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55218
dc.description.abstractPengaruh Korean Wave atau budaya Korea Selatan telah menyebar di Indonesia. Korean Wave cukup membawa pengaruh positif bagi masyarakat Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari tumbuhnya minat untuk belajar bahasa Korea setelah menikmati K-Drama atau K-Pop. Lalu, Bagaimana Korea Selatan mempengaruhi minat belajar bahasa Korea melalui Korean Wave di Indonesia ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori Soft Power dari Joseph Nye dengan menggunakan analisis sumber soft power foreign policy dan pop culture. Metode pengambilan data menggunakan metode sampling dengan wawancara langsung kepada siswa yang belajar bahasa Korea di lembaga bahasa Korea di Yogyakarta yaitu King Sejong Institute Foundation, serta data-data yang sudah ada sebelumnya baik bersumber dari jurnal, buku, artikel ilmiah, laporan, serta berita yang tervalidasi. Hasilnya pun terdapat 91% siswa yang memilih Korean Wave sebagai alasan utama mereka ingin belajar bahasa Korea. Hal tersebut menunjukkan penyebaran Korean Wave di Indonesia memiliki pengaruh yang positif terhadap ketertarikan untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea Selatan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKorean Waveen_US
dc.subjectK-Dramaen_US
dc.subjectK-Popen_US
dc.subjectKorea Selatanen_US
dc.subjectSoft Poweren_US
dc.subjectKing Sejong Instituteen_US
dc.titlePengaruh Korean Wave Terhadap Minat Belajar Bahasa Korea Studi Kasus King Sejong Institute Yogyakarta Tahun 2019-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323367


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record