Show simple item record

dc.contributor.authorSirajuddin, Abdul Latif
dc.date.accessioned2025-03-17T04:58:55Z
dc.date.available2025-03-17T04:58:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55214
dc.description.abstractSkizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditunjukkan dengan kekacauan pikiran, emosi, maupun perilaku. Penyembuhan skizofrenia membutuhkan kehadiran keluarga sebagai pengasuh utama dalam melakukan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran harapan sebagai moderator dalam hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada family caregiver skizofrenia. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 157 family caregiver skizofrenia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi CD-RISC-10 untuk mengukur resiliensi, ERQ untuk mengukur regulasi emosi, dan AHS untuk mengukur harapan. Teknik analisis data dilakukan melalui MRA (Moderated Regression Analysis) dengan bantuan perangkat lunak JAMOVI versi 2.6.18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan memiliki efek negatif terhadap hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi (p=<0.001, Z=-3.58, Estimate=-0,219), tingkat harapan yang tinggi justru melemahkan korelasi. Hal ini dikarenakan konsep antara regulasi emosi dan harapan bertolak belakang sehingga tidak efektif untuk dikombinasikan. Regulasi emosi fokus ter- hadap kendali internal, sementara harapan tidak. Pada konteks merawat skizofrenia, harapan akan lebih sesuai dijadikan sebagai prediktor resiliensi dibandingkan moderator.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFamily Caregiveren_US
dc.subjectHarapanen_US
dc.subjectRegulasi Emosien_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.subjectSkizofreniaen_US
dc.titlePeran Harapan Sebagai Moderator Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Resiliensi Pada Family Caregiver Skizofreniaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22915042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record