| dc.description.abstract | Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditunjukkan dengan kekacauan pikiran, emosi, maupun
perilaku. Penyembuhan skizofrenia membutuhkan kehadiran keluarga sebagai pengasuh utama dalam
melakukan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran harapan sebagai moderator
dalam hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada family caregiver skizofrenia. Peneliti
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 157
family caregiver skizofrenia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi CD-RISC-10 untuk
mengukur resiliensi, ERQ untuk mengukur regulasi emosi, dan AHS untuk mengukur harapan. Teknik
analisis data dilakukan melalui MRA (Moderated Regression Analysis) dengan bantuan perangkat
lunak JAMOVI versi 2.6.18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan memiliki efek negatif
terhadap hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi (p=<0.001, Z=-3.58, Estimate=-0,219), tingkat
harapan yang tinggi justru melemahkan korelasi. Hal ini dikarenakan konsep antara regulasi emosi dan
harapan bertolak belakang sehingga tidak efektif untuk dikombinasikan. Regulasi emosi fokus ter-
hadap kendali internal, sementara harapan tidak. Pada konteks merawat skizofrenia, harapan akan
lebih sesuai dijadikan sebagai prediktor resiliensi dibandingkan moderator. | en_US |