| dc.description.abstract | Latar Belakang: International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 menyatakan
terdapat 537 juta jiwa orang dewasa yang menderita penyakit DM dan Indonesia
menduduki peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes
terbanyak dengan prevalensi kejadian DM mencapai 19,5 juta jiwa atau 7,2% dari
total keseluruhan masyarakat Indonesia
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada
usia produktif di Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional.
Penelitian ini menggunakan informasi data sekunder berupa data Survei
Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Data yang diambil meliputi pasien
terdiagnosis DM dengan komponen faktor risiko meliputi jenis kelamin, status
pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal (perkotaan/pedesaan), riwayat hipertensi,
makanan/minuman berisiko, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kebiasaan minum
alkohol dan status gizi.
Hasil: Jumlah responden usia produktif (19-59 tahun) yang memenuhi kriteria dari
data SKI 2023 yaitu sebanyak 484.746 jiwa. Hasil analisis bivariat menggunakan
chi-square menunjukkan seluruh faktor risiko yang dianalisis pada penelitian ini
memiliki hasil signifikan secara statisik dengan nilai p-value<0,05. Kemudian
dilakukan analisis multivariat menggunakan regresi logistik, sebagian besar
variabel memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian DM tipe 2 (p value:
<0,05), kecuali variabel status gizi didapatkan nilai p sebesar 0,069. Nilai aOR
tertinggi didaptkan pada variabel usia 3 45 tahun (OR = 5,775 (5,347-6,238); p-
value = <0,001), diikuti kelompok riwayat hipertensi sebesar (OR = 3,966 (3,700-
4,251); p-value = <0,001).
Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 di Indonesia
yaitu usia berisiko (3 45 tahun), riwayat hipertensi, tidak bekerja, bertempat tinggal
di perkotaan, tidak melakukan aktivitas fisik, konsumsi makanan asin, dan
konsumsi makanan berlemak, sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah
kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, dan status gizi. Faktor usia berisiko
dan faktor riwayat hipertensi yang memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian
DM tipe 2. | en_US |