Show simple item record

dc.contributor.authorTriyana, Novira Indah
dc.date.accessioned2025-03-17T03:09:24Z
dc.date.available2025-03-17T03:09:24Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55199
dc.description.abstractInvasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 menjadi salah satu peristiwa geopolitik yang mempengaruhi kebijakan luar negeri berbagai negara, termasuk Jepang. Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Fumio Kishida menerapkan sanksi ekonomi yang lebih tegas dibandingkan pada era sebelumnya terhadap Rusia. Sehingga, pada penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan Jepang dalam menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dengan menggunakan teori Pengambilan Keputusan dari William D. Coplin. Hasil akhir penelitian menunjukan bahwa kebijakan sanksi Jepang dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu pertama konteks internasional, di mana Jepang sebagai anggota G7 dan sekutu Amerika Serikat mendukung stabilitas tatanan global. Kedua, kapabilitas ekonomi dan militer yaitu Jepang memiliki kekuatan ekonomi yang besar sehingga dapat mengimbangi kapabilitas militer Jepang yang terbatas untuk dapat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Ketiga, politik domestik yaitu di mana pemerintahan, birokrasi, kepentingan kelompok, dan opini masyarakat berkontribusi dalam keputusan untuk menjatuhkan sanksi. Penelitian ini menunjukan bahwa keputusan Jepang tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan eksternal tetapi faktor internal telah memperkuat legitimasi kebijakan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectJepangen_US
dc.subjectRusiaen_US
dc.subjectSanksi Ekonomien_US
dc.subjectTeori Pengambilan Keputusanen_US
dc.titleKebijakan Sanksi Ekonomi Jepang Terhadap Rusia Atas Invasi Ke Ukraina Pada Era Kepemimpinan Fumio Kishida Tahun 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18323104


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record