Koping Religius Positif Islam Sebagai Moderator Pada Resiliensi dan Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis
Abstract
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memiliki dampak
signifikan terhadap kehidupan penderitanya. Pasien Gagal Ginjal yang menjalani hemodialisis
mengalami kecemasan yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan penderitanya melalui fisik
maupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran koping religius positif islam sebagai
moderator dalam hubungan antara resiliensi dan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang
menjalani hemodialisis. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan purposive sampling yang
melibatkan 90 pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Pengukuran dilakukan menggunakan skala
HADS-A untuk mengukur kecemasan, CD-RISC-10 untuk mengukur resiliensi dan IPRC untuk mengukur
koping religius positif islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa koping religius tidak dapat
memoderasi pengaruh resiliensi terhadap kecemasan (estimasi = -0,0286, p = 0,144, p > 0,05).
Sehingga meskipun koping religius positif Islam dapat berperan sebagai strategi individu dalam
mengelola kecemasan, efek interaksinya dengan resiliensi tidak cukup kuat untuk memengaruhi
kecemasan secara signifikan. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti pada pasien dengan penyakit
kronis secara umum agar mendapatkan ukuran sample yang lebih beragam.
Collections
- Master of Psychology [494]
