| dc.description.abstract | Lansia merupakan kelompok rentan yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif.
Minimnya informasi dan pemahaman lansia menyebabkan tingginya angka komplikasi
penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi ElderCare Monitor yang mudah
digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Aplikasi ini diperuntukkan bagi
berbagai kalangan pengguna, meliputi keluarga lansia, lansia itu sendiri, pralansia, dan
petugas Puskesmas. Tenaga kesehatan di Puskesmas dan keluarga lansia berkolaborasi untuk
memantau kesehatan lansia dan pralansia secara mandiri. Sistem dirancang dengan
menggunakan metode design thinking. Metode design thinking ini melibatkan lima tahap
yaitu empathy, define, ideate, prototyping, dan testing. Hasil penelitian menunjukkan tingkat
efektivitas sebesar 95,24% untuk lansia dan keluarga serta 95,83% untuk petugas
Puskesmas. Rata-rata skor SUS untuk keluarga dan lansia sebesar 74,17, sedangkan untuk
tenaga medis sebesar 77,5. Dengan demikian, aplikasi ElderCare memperoleh kategori
usability “Baik”. Studi ini berisi banyak komponen yang dapat berfungsi sebagai dorongan.
Secara khusus, sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan UI/UX ElderCare
dengan mengumpulkan umpan balik pengguna secara rutin dan menggabungkan fitur-fitur
yang dapat mendukung para lansia secara lebih efektif. | en_US |