Analisis Data Mikrotremor Untuk Evaluasi Kerentanan Gempa Bumi Pada Gedung Laboratorium FTI UII menggunakan Metode Floor Spectral Ratio (FSR)
Abstract
Gedung Laboratorium FTI UII yang beroperasi sejak 1996 di Yogyakarta cenderung
mengalami penurunan kekuatan akibat getaran gempa bumi. Gempa besar terjadi di Bantul tahun
2006 dan di laut selatan Kota Wates tahun 2023 menyebabkan kerusakan bangunan serta ratusan
korban jiwa. Mengingat dampak yang ditimbulkan, penting untuk mengevaluasi kerentanan
bangunan terhadap gempa guna meningkatkan keselamatan dan ketahanan bangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerentanan bangunan terhadap gempa
menggunakan data mikrotremor untuk memperoleh nilai frekuensi natural bangunan (f0b), nilai
indeks resonansi bangunan (R), dan nilai indeks kerentanan bangunan (Kb) dengan menggunakan
data mikrotremor. Titik perekaman mikrotremor sebanyak 27 titik terdiri 3 titik di tanah dan 24 titik
di lantai bangunan. Perekaman data dilakukan menggunakan lunitek digital seismic sensor. Analisis
dengan menggunakan metode Floor Spectral Ratio (FSR) untuk analisis data mikrotremor bangunan
dan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk analisis data mikrotremor tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi natural bangunan Gedung Laboratorium
FTI UII relatif aman terhadap frekuensi natural tanah sehingga kecil kemungkinan terjadi resonansi,
indeks resonansi tergolong sedang, dan indeks kerentanan bangunan menunjukkan bahwa bangunan
masih dalam kondisi aman. Perbandingan frekuensi antara data mikrotremor dengan model
SAP2000 menunjukkan selisih sebesar 5,07% yang memperkuat keakuratan data yang diperoleh.
Dengan hasil ini, penelitian dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi risiko gempa.
Collections
- Civil Engineering [4777]
