| dc.description.abstract | Gypsum merupakan limbah dari sisa-sisa pembuatan asam fosfat. Pada penelitian
ini gypsum digunakan sebagai bahan penolong. Dimana gypsum memiliki
kandungan Fosfor pentoksida (P2O5) yang cukup tinggi untuk pembuatan semen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan metode dalam
penentuan kadar air yang ada di dalam gypsum dengan menggunakan moisture
analyzer dan oven. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah
menggunakan metode gravimetri. Pengujian menggunakan 3 variasi suhu yang
berbeda yaitu suhu 80oC (Pengujian A), suhu 85oC (Pengujian B), dan suhu 90oC
(Pengujian C). Hasil pengujian presisi, parameter kadar air dengan suhu alat 90 oC
didapatkan hasil sebesar 1,03% ≤ 2,66%. Selanjutnya, pengujian akurasi diperoleh
nilai sebesar 1,636 ≤ 1,833, dengan total rata – rata waktu pengujian 781 detik.
Perbandingan metode antara oven 70°C dengan moisture analyzer 80°C dan oven
70°C dengan moisture analyzer 85°C diperoleh hasil uji T yang ditolak karena t
Tabel > t Hitung, sedangkan perbandingan metode antara oven 70°C dengan
moisture analyzer 90°C diperoleh hasil uji diterima karena t Hitung < t Tabel.
Metode uji yang paling efektif yaitu oven 70°C dengan moisture analyzer 90°C
karena hasil uji perbandingan metode presisi dan akurasi memenuhi syarat
kebeterimaan. | en_US |