Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dan Larutan Natrium Hidroksida Kapasitas 300.000 Ton/tahun
View/ Open
Date
2025Author
Fathin, Maisya Huwaida
Hardani, Rana Dzakirah
Metadata
Show full item recordAbstract
Pabrik aluminium oksida dengan kapasitas 300.000 ton/tahun direncanakan
akan dibangun di Sanggau, Kalimantan Barat. Pabrik ini akan beroperasi selama
330 hari dalam satu tahun dengan lahan seluas 24.551 m2
. Proses produksi
aluminium oksida menggunakan proses Bayer dengan larutan natrium hidroksida.
Proses Bayer diawali dengan pemecahan dan penghalusan bauksit guna
memperoleh ukuran partikel yang lebih kecil dan luas permukaan yang lebih besar.
Bauksit yang telah dihaluskan kemudian dicampurkan dengan larutan NaOH di
dalam reaktor alir tangki berpengaduk pada suhu 140oC dan tekanan 4 atm.
Penggunaan natrium hidroksida (NaOH) sebagai bahan utama sangat korosif dan
berbahaya, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menghindari
kecelakaan kerja. Selain itu, suhu tinggi pada rotary kiln yang mencapai 635°C
meningkatkan potensi bahaya ledakan dan kebakaran, sehingga pengendalian
operasi yang ketat sangat diperlukan. Proses. Parameter kelayakan pendirian pabrik
menggunakan analisis ekonomi keuntungan pabrik sebelum pajak
Rp922.421.096.801 dan setelah pajak Rp599.573.712.921 dengan setiap tahun total
penjualan Rp11.096.025.840.000. Analisa kelayakan dilihat dari nilai Return of
Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 74% dan setelah pajak sebesar 48%, Pay
Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,19 tahun dan setelah pajak selama 1,72
tahun, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 17,88%, Break
Event Point (BEP) sebesar 45,07%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 37,29%.
Dapat diketahui keuntungan hasil analisa menunjukkan bahwa pabrik aluminium
oksida ini memiliki tingkat resiko tinggi (high risk).
Collections
- Chemical Engineering [1392]
