Strategi YG Entertainment dalam menghadapi Skandal Burning Sun di Korea Selatan Tahun 2019-2022
Abstract
Isu skandal Burning Sun yang terjadi pada awal tahun 2019 telah menyeret salah
satu artis ternama asal Korea Selatan yakni Seungri, membuat agensi yang
menaunginya turut terseret. YG Entertainment, sebagai agensi yang menaungi
Seungri mengalami pun mengalami masa krisis. Skandal yang awalnya
merupakan isu regional mulai merambat semakin kompleks saat para investor
asing mulai melakukan penarikan saham yang semula mereka tanam di agensi
yang memiliki julukan sebagai salah satu dari The Big 3 Most Powerful Agency of
K-Pop tersebut. Melihat dinamika tersebut penulis mencoba menarik sebuah
rumusan masalah mengenai strategi YG Entertainment dalam menghadapi kasus
Skandal Burning Sun di tahun 2019-2022. Yang mana dalam kerangka
pemikirannya, penulis mengimplementasikan sebuah teori yang dikembangkan
oleh Asquer (2012) yakni corporate diplomacy. Adapun metode yang diterapkan
adalah metode kualitatif yang diambil melalui analisis literatur dari berbagai
sumber dengan penelitian serupa. Dalam penelitian ini, penulis menemukan
sebuah gambaran kompleks yang telah disederhanakan kembali. Hasilnya
menunjukkan bahwa YG Entertainment berhasil melewati masa krisisnya dengan
cara menerapkan sebuah pendekatan corporate diplomacy, indikatornya terbukti
mampu menguraikan berbagai dinamika yang terjadi pada YG Entertainment
dalam menghadapi kasus skandal Burning Sun di tahun 2019-2022.
Collections
- International Relations [914]
