Prarancangan Pabrik Sodium Hidroksida dari Limbah Brine dengan Kapasitas 40.000 Ton/tahun
View/ Open
Date
2025Author
Santoso, Intan Kusuma Rachmawati
H. W., Rahinosuryo
Metadata
Show full item recordAbstract
Sodium hidroksida adalah senyawa ionik yang bersifat basa kuat, dapat menguraikan
protein pada suhu lingkungan, dan dapat menyebabkan luka bakar jika terpapar. Di
Indonesia, kebutuhan sodium hidroksida tidak hanya dipenuhi oleh pabrik lokal, tetapi
juga melalui impor. Sebuah pabrik sodium hidroksida dengan kapasitas 40.000 ton per
tahun direncanakan akan dibangun di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten
Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dioperasikan selama 330 hari. Proses produksi
Sodium hidroksida menggunakan reaktor elektrolisis pada suhu 80°C dan tekanan 1,36
atm, dilanjutkan dengan penguapan untuk mengurangi kadar air dan membentuk
padatan NaOH melalui proses pengeringan pada suhu tinggi. Untuk mencapai kapasitas
40.000 ton per tahun, dibutuhkan natrium klorida sebanyak 42.779,075 kg per jam.
Utilitas yang diperlukan meliputi 77.732,167 kg per jam air pendingin, 68.933,918 kg
per jam steam, 2.550 kg per jam air domestik, 540 kg per jam air pelayanan, 46.346,82
kWh listrik, dan 2.693,776 kg per jam bahan bakar. Analisis menunjukkan bahwa
pabrik sodium hidroksida ini memiliki tingkat risiko rendah. Evaluasi pabrik
menunjukkan modal tetap sebesar Rp 302.804.894.966,29; modal kerja sebesar Rp
227.884.827.134,37; keuntungan setelah pajak sebesar Rp 85.145.950.745,38; ROI
sebelum dan sesudah pajak masing-masing sebesar 35% dan 28%; BEP sebesar
43,02%; Shut Down Point (SDP) sebesar 23,40%; dan DCFR sebesar 37,73%.
Berdasarkan evaluasi ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik sodium hidroksida ini
secara ekonomi layak untuk didirikan.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
