| dc.description.abstract | Latar Belakang: Data Kementerian Pertanian tahun 2016-2021 mengatakan
jumlah konsumsi kopi nasional Indonesia mengalami peningkatan mencapai
angka 370.000 ton pada tahun 2021 (Kementrian Pertanian, 2022). Peningkatan
konsumsi kopi terjadi di berbagai kalangan masyarakat khususnya pada
mahasiswa dan sering kali dibersamai dengan kebiasaan merokok. Sebuah
penelitian pada jurnal Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa peningkatan
tekanan darah jangka panjang yang terjadi adalah akibat dari konsumsi kafein
yang sering diiringi dengan kebiasaan merokok.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan konsumsi kafein dan kebiasaan
merokok pada profil tekanan darah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan
pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi target pada penelitian
ini adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kedokteran Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2020-2021. Pengambilan data
penelitian menggunakan kuesioner, mecakup data demografi, Skala Likert untuk
data konsumsi kafein, dan Glover-Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire (GN-
SBQ) untuk data kebiasaan merokok.
Hasil: Jumlah mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Indonesia angkatan 2020
dan 2021 yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 41 orang. Hasil analisis bivariat
pada tingkat konsumsi kefein dengan tekanan darah memiliki nilai p-value 0,027
(p<0,05), sedangkan pada kebiasaan merokok dengan tekanan darah memiliki
nilai p-value <0,001 (p<0,05). Kemudian, dari analisis multivariat menggunakan uji
regresi logistik biner didapatkan kebiasaan merokok signifikan terhadap darah (OR
= 19,5 (3,223-127,988; p-value = 0,001).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi kafein dan
kebiasaan merokok dengan profil tekanan darah pada mahasiswa tingkat akhir
fakultas kedokteran Universitas Islam Indonesia. | en_US |