Prarancangan Pabrik Asam Formiat dari Metil Formiat dan Air dengan Kapasitas 30.000 Ton/tahun
View/ Open
Date
2025Author
Putera, Muhammad Aqila Fauzan
Amalia, Tiara Rachma
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan negara berkembang dengan perkembangan berbagai sektor
industri yang cukup pesat, salah satunya pada bidang industri kimia berupa
produksi asam formiat. Asam formiat sendiri merupakan bahan kimia yang dapat
digunakan diberbagai sektor industri seperti industri karet sebagai koagulan,
industri tekstil sebagai bahan pencampur warna, industri farmasi sebagai
desinfektan, dan sebagainya. Penggunaan asam formiat yang terus meningkat tidak
sebanding dengan tingkat produksi asam formiat di Indonesia yang hanya memiliki
satu pabrik saja. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri,
maka akan dibuat prarancangan pabrik asam formiat dari metil formiat dan air
dengan kapasitas 30.000 ton/tahun menggunakan proses hidrolisis. Pada proses
produksi akan dibutuhkan bahan baku metil formiat sebanyak 6.264,884 kg/jam dan
air sebanyak 2.565,744 kg/jam untuk menghasilkan metil formiat sebanyak
3.787,879 kg/jam. Proses hidrolisis ini akan memanfaatkan air yang bersumber dari
air laut yang kemudian diolah menggunakan membran reverse osmosis dan bahan
baku berupa metil formiat akan di impor dari China. Pabrik ini direncanakan untuk
didirikan di Gresik, Jawa Timur. Proses reaksi ini akan terjadi di Reaktor Alir
Tangki Berpengaduk dengan tekanan 9 atm dan suhu 120°C. Uji analisis resiko
menyatakan bahwa pabrik ini memiliki resiko yang rendah dari aspek bahan baku,
produk, dan kondisi operasi. Namun, berdasarkan uji kelayakan dari prarancangan
pabrik ini menunjukkan bahwa pabrik akan mengalami kerugian setelah pajak
sebesar Rp.218.346.082.289. Sehingga, nilai ROI sebelum pajak didapat sebesar -
56,59% dan ROI sesudah pajak sebesar -45,27%, serta pay out time (POT) sebelum
pajak selama -2,06 tahun dan POT sesudah pajak selama -2,68 tahun. Maka, dapat
disimpulkan bahwa pabrik asam formiat dari metil formiat dan air dengan kapasitas
30.000 ton/tahun ini tidak layak bangun akibat biaya produksi yang begitu besar,
terutama dari biaya pembelian bahan baku berupa metil formiat yang tinggi.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
