Prarancangan Pabrik Sodium Silikat dari Natrium Hidroksida dan Pasir Silika Kapasitas 15.000 Ton/tahun
Abstract
Pabrik sodium silikat dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus
mendukung pertumbuhan industri berbasis kimia di Indonesia. Sodium silikat, atau
dikenal sebagai water glass, memiliki aplikasi luas dalam industri, termasuk bahan
dasar katalis berbasis silika, pembuatan sabun, dan pembuatan kertas. Pabrik ini
menggunakan bahan baku natrium hidroksida dan pasir silika, dengan kapasitas
produksi sebesar 15.000 ton per tahun. Bahan baku yang dibutuhkan untuk
memproduksi sodium silikat 15.000 ton per tahun yaitu natrium hidroksida
sebanyak 1.210,46 kg/jam dan pasir silika sebanyak 1.015,60 kg/jam Proses
produksi mengadopsi metode Brunner-Mond yang berlangsung di reaktor alir
tangki berpengaduk (RATB) pada suhu 220°C dan tekanan 23,6 atm, menghasilkan
konversi sebesar 90%. Lokasi pabrik direncanakan di Kabupaten Serang, Banten,
dan beroperasi selama 330 hari per tahun. Ditinjau dari analisis kelayakan, pabrik
sodium silikat memiliki nilai return of investment (ROI) sebelum pajak sebesar 43%
dan ROI setelah pajak sebesar 22%. Nilai Pay Out Time (POT) sebelum pajak
adalah 1,9 Tahun dan setelah pajak adalah 2,6 Tahun. Break Event Point (BEP)
sebesar 45%, Shut Down Point (SDP) berada pada 14,6% kapasitas produksi dan
Discount Cash Flow Rate of Return (DCFRR) mencapai 33%. Berdasarkan data
analisis teknis dan ekonomi tersebut, maka pabrik Sodium Silikat dari natrium
hidroksida dan pasir silika dengan kapasitas 15.000 ton/tahun ini layak dikaji lebih
lanjut.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
