| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2023,
melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan Lokal
(PMT-Lokal) yang bertujuan memperbaiki status gizi balita dan ibu hamil. Sasaran
Program PMT-Lokal pada balita adalah balita gizi kurang, balita berat badan
kurang, dan balita berat badan tidak naik. Perbaikan status gizi diharapkan dapat
mencegah dan memperkecil angka masalah gizi. Namun, belum ada penelitian
yang menilai keefektifan program tersebut dalam mencapai tujuan perbaikan
status gizi balita.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan
berbasis pangan lokal (PMT-Lokal) terhadap perbaikan status gizi balita di Kota
Bandar Lampung Tahun 2024.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan
pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, dengan subjek teliti seluruh
balita gizi kurang yang menerima makanan tambahan berbasis pangan lokal
periode bulan Mei–Juni tahun 2024. Pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan teknik total purposive sampling. Perolehan data penelitian ini
menggunkanan data sekunder dari rekam medis hasil pencatatan tenaga medis
puskesmas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung.
Hasil: Jumlah balita yang menerima PMT-Lokal pada periode bulan Mei-Juni
tahun 2024 berjumlah 2.403 balita, kemudian ditentukan sebanyak 704 balita yang
memenuhi kriteri inklusi dan eksklusi sebagai subjek penelitian. Hasil uji chi-square
pada analisis bivariat didaptaka nilai p-value 0,878 (p<0,05), yang berarti
perbaikan status gizi pada balita di kota bandar lampung tidak berpengaruh secara
signifikan oleh PMT-Lokal.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan Pemberian Makan Tambahan Berbasis
Pangan Lokal dengan perbaikan status gizi pada balita di kota Bandar Lampung
Tahun 2024. | en_US |