Hubungan Kelekatan Orangtua dengan Kemandirian pada Remaja yang Berstatus Anak Tunggal
Abstract
Rendahnya kemandirian remaja yang berstatus anak tunggal seringkali disebabkan
oleh pola asuh yang kurang mendukung dan rendahnya kelekatan emosional dengan
orang tua. Masa remaja merupakan fase penting yang ditandai dengan peralihan dari
masa kanak-kanak ke dewasa, serta melibatkan perubahan fisik, emosional, sosial,
dan psikologis. Kemandirian menjadi aspek penting dalam fase tersebut, namun
banyak remaja menghadapi tantangan akibat lingkungan keluarga yang tidak
kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara
kelekatan orang tua dan kemandirian remaja anak tunggal. Hipotesis penelitian ini
adalah adanya hubungan positif antara kelekatan orang tua dengan kemandirian
remaja anak tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner
kepada 207 remaja. Instrumen yang digunakan adalah skala yang diadaptasi dari
Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat hubungan positif antara kelekatan orang tua dengan kemandirian
remaja anak tunggal berdasarkan analisis korelasi Pearson dengan nilai r = 0,646
dan p = 0,05. Pada subjek ayah, terdapat hubungan positif yang signifikan dengan
nilai r = 0,472 dan p = 0,000. Kelekatan ibu memiliki nilai lebih kuat yaitu r = 0,610
dan p = 0,000. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini
diterima, serta hubungan pada kelekatan ibu dengan kemandirian remaja anak
tunggal lebih tinggi dibandingkan dengan ayah.
Collections
- Psychology [2602]
