| dc.description.abstract | Sungai Code merupakan sungai yang berada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yang melintasi 3 (tiga) wilayah administrasi. Sebagai sungai yang menerima
pembuangan limbah di sepanjang daerah yang didominasi limbah domestik yang
mengandung logam berat terutama Timbal (Pb). Pencemaran Sungai Code dapat merusak
ekosistem perairan dan membahayakan kesehatan manusia, terutama ketika logam berat
seperti timbal masuk ke dalam air, maka dari itu diperlukannya pemantauan kualitas air
Sungai Code salah satunya dari nilai daya tampung beban pencemarannya. Sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Pasal 23 dalam rangka upaya pengendalian
pencemaran air ditetapkan daya tampung beban pencemaran air pada sumber air yang
dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sekali. Tujuan dari peneitian ini
adalah membandingkan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Code terhadap parameter
logam berat Timbal (Pb) pada Tahun 2018 dengan Tahun 2024 dengan menggunakan
Software pemodelan QUAL2K. Metode QUAL2K merupakan metode pemodelan yang
menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA) untuk menganalisis
daya dukung sungai dalam kaitannya dengan beban yang mencemari yang dijalankan dengan
Microsoft Excel. Lokasi penelitian pada masing-masing tahun dibagi menjadi 4 segmen
dengan jumlah titik sampling sebanyak 5 titik. Penelitian ini menggunakan 2
simulasi/skenario pemodelan software QUAL2K. Simulasi 1 merupakan simulasi menurut
kondisi eksisting sedangkan skenario 2 merupakan pembentukan model kualitas air agar
beban pencemar Timbal (Pb) maksimum dapat diketahui sesuai dengan standar baku mutu air
Kelas II (PP Nomor 22 Tahun 2021). Nilai daya tampung Timbal (Pb) dihitung melalui
selisih dari beban pencemar skenario 2 dikurangi beban pencemar simulasi 1. Berdasarkan
hasil penelitian, Sungai Code termasuk sungai yang tercemar Timbal (Pb) karena pada
segmen 3 pada Tahun 2018 serta segmen 1 dan 2 Tahun 2024 memiliki daya tampung yang
bernilai negatif, yang berarti beban pencemaran Timbal di segmen tersebut telah melebihi
kapasitas lingkungan alaminya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengurangan beban
pencemaran Timbal (Pb) sebesar 1,2 kg/hari pada segmen 3 pada Tahun 2018, 8,51 kg/hari di
segmen 1 dan 39 kg/hari di segmen 2 pada Tahun 2024 untuk mencapai kondisi daya
tampung yang ideal. | en_US |