| dc.description.abstract | Fenomena bullying yang semakin meningkat di Indonesia, terutama di kalangan remaja berusia 13-
17 tahun, telah menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental dan fisik korban.
Perancangan pusat rehabilitasi menjadi sangat penting untuk memberikan dukungan psikologis
dan fisik bagi korban yang berdampak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas
rehabilitasi yang mengintegrasikan pendekatan sensori arsitektur, yang menekankan pada
pengalaman pancaindra untuk menciptakan lingkungan yang menenangkan dan mendukung
proses penyembuhan. Metode yang digunakan mencakup analisis terhadap kebutuhan pengguna,
perancangan ruang terapi yang sesuai, serta pengembangan taman penyembuhan sebagai bagian
dari lingkungan rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang mempertimbangkan
elemen sensori dapat meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan psikologis korban, serta
mempercepat proses rehabilitasi. Dengan ini diharapkan rancangan pusat rehabilitasi dapat
menjadi soulsi efektif dalam penanganan kasus bullying di Indonesia. | en_US |