| dc.description.abstract | Era revolusi industri 4.0 menuntut berbagai sektor industri untuk bergerak lebih cepat,
tidak terkecuali industri retail. Sebagai salah satu aspek dalam industri retail yang sangat
penting, ketersediaan barang pada rak (On-Shelf Availability) menjadi perhatian khusus karena
sangat mempengaruhi loyalitas customer terhadap suatu produk. On-Shelft Availability (OSA)
merupakan salah satu aspek yang dapat ditingkatkan performanya dengan memanfaatkan
teknologi kecerdasan bautan. Salah satu jenis kecerdasan buatan atau machine learning yang
dapat diimplementasikan untuk OSA adalah deteksi objek. Deteksi objek adalah teknologi
yang memanfaatkan kemampuan komputer untuk mendeteksi objek yang diinginkan dari
gambar atau video yang disediakan. Pada kontek OSA, deteksi objek digunakan untuk
mendeteksi ada atau tidaknya produk atau Stock Keeping Unit (SKU) yang dicari.
TensorFlow merupakan framework machine learning yang menyediakan berbagai
aristektur yang ditawarkan pada TensorFlow Object Detection API. Salah satu arsitektur
deteksi objek yang paling cocok digunakan di perangkat bergerak adalah SSD MobileNet. Pada
penelitian sebelumnya, peneliti sudah mengimplementasikan SSD MobileNet pada perangkat
bergerak dengan framework TensorFlow 1 dan arsitektur SSD MobileNet. Saat ini,
TensorFlow sudah merilis TensorFlow versi 2, sehingga dimungkinkan adanya pembaruan
untuk penelitian penulis. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian terkait perbandingan
hasil deteksi objek model SSD MobileNet di TensorFlow 1 dan 2 pada konteks OSA. Tahapan
penelitian dimulai dari pengumpulan data, pelabelan data, pemrosesan data, pelatihan data,
integrasi model, dan evaluasi model. Pada penelitian ini, penulis menggunakan arsitektur SSD
MobileNetV2 untuk TensorFlow 2 dengan tiga variasi input resizer yakni 320x320, 640x640,
dan 1024x1024. Untuk TensorFlow 1, input resizer yang digunakan adalah 1024x1024 yang
diambil dari pengalaman proyek yang pernah dilakukan oleh penulis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil deteksi objek menggunakan TensorFlow 2 lebih
unggul dibandingkan TensorFlow 1 jika deteksi dilakukan menggunakan model asli di
perangkat komputer. Hal ini ditunjukkan dengan hasil mAP ketiga model TensorFlow 2 yang
lebih tinggi. Namun, saat dikonversi ke TensorFlow Lite, seluruh model baik dari TensorFlow
2 maupun TensorFlow 1 mendapatkan hasil mAP yang tidak jauh berbeda. Waktu inferensi
juga menunjukkan perbedaan antar satu model dengan model lainnya. Model yang memiliki
input resizer lebih besar cenderung memiliki inference time yang lebih lama. | en_US |