Eksplorasi Algoritma Tree Based Model Untuk Kasus Tipe Kepribadian dengan Myers Briggs Type Indicator (MBTI)
Abstract
“Eksplorasi Algoritma Tree Based Model untuk Kasus tipe kepribadian dengan Myers-
Briggs Type Indicator (MBTI).” Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memahami
tipe kepribadian individu dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan,
dan hubungan sosial.
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) merupakan salah satu alat ukur yang paling umum
digunakan untuk mengklasifikasikan tipe kepribadian individu. Namun, penggunaan
MBTI masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti kurangnya akurasi dan kesulitan
dalam memilih parameter yang tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan
algoritma machine learning telah meningkat pesat dalam berbagai bidang, termasuk
psikologi. Algoritma Tree Based Model merupakan salah satu jenis algoritma yang paling
umum digunakan dalam klasifikasi data. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan mengekplorasi performa berbagai model berbasis pohon keputusan
dalam mengklasifikasikan tipe kepribadian MBTI. Penelitian ini menggunakan dataset
yang dikumpulkan menggunakan google form yang diisi bersamaan dengan pengisian tes
kepribadian pada website 16Personalities, responden akan mengisi jawaban yang sama
persis dengan tes kepribadian yang sudah dilakukan. Dan sampel yang terkumpul
berjumlah 174 sampel. Model yang akan digunakan untuk eksplorasi dalam penelitian ini
meliputi Decision Tree, Random Forest, Extra Trees, Gradient Boosting, XGBoost, dan
Ada Boost. Tahapan pada penelitian ini mencakup Pre-Processing Data, Analisis data,
Modelling dan Testing. Hasil penelitian Model terbaik berdasarkan prediksi yang
dilakukan dengan target semua dimensi MBTI dan nilai perbandiangan antara train set
dan test set sebesar 8:2 adalah model Extra Trees dengan nilai akurasi 0.728, kemudian
model tertinggi setelah Extra Trees ada Random Forest dengan nilai akurasi 0.7178,
kemudian model XGBoost dengan nilai akurasi 0.7142, kemudian model AdaBoost
dengan nilai akurasi 0.703, dilanjut dengan model Gradient Boosting dengan nilai akurasi
0.70, dan terakhir model yang memiliki nilai paling rendah ada Decision Tree dengan
nilai 0.603. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan
algoritma pembelajaran mesin dalam psikologi, serta dapat membantu dalam
pengembangan sistem yang lebih akurat dan efektif dalam mengklasifikasikan tipe
kepribadian individu. Selain itu, penelitian ini juga dapat membantu dalam memahami
lebih lanjut tentang tipe kepribadian individu dan bagaimana algoritma pembelajaran
mesin dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman tersebut.
Collections
- Informatics Engineering [2522]
