Desain Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi Pencatatan Obat Untuk Lansia menggunakan Metode Double Diamond
Abstract
Lansia, atau individu yang berusia di atas 60 tahun, merupakan kelompok yang rentan
terhadap berbagai keluhan kesehatan, dengan 40,7 persen dari populasi lansia menghadapi
masalah kesehatan. Berdasarkan berbagai penelitian, tingkat kepatuhan lansia dalam
mengonsumsi obat-obatan cenderung rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan
sebuah sarana pendukung yang dapat membantu lansia dalam menjaga konsistensi konsumsi
obat. Pemanfaatan teknologi merupakan solusi yang potensial, mengingat data menunjukkan
bahwa 46,7 persen lansia di Indonesia telah memiliki akses ke telepon genggam. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi berbasis mobile yang dirancang khusus untuk
membantu lansia dalam menjaga keteraturan minum obat sekaligus mencatat aktivitas tersebut.
Proses perancangan aplikasi ini dilakukan menggunakan pendekatan double diamond yang
diperkenalkan oleh Design Council pada tahun 2005. Dalam proses perancangan, dua prinsip
utama yang diterapkan adalah penyederhanaan antarmuka (simplify) dan pembesaran ukuran
tombol interaksi (increase the size of interaction button). Evaluasi terhadap rancangan aplikasi
dilakukan dengan mengadopsi dua metode pengukuran usabilitas, yaitu single ease question
(SEQ) dan system usability scale (SUS), melalui skenario penggunaan yang dirancang khusus
untuk calon pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan aplikasi Mobat yang
dikembangkan melalui tahapan metode double diamond berhasil memenuhi kebutuhan
pengguna serta sesuai dengan karakteristik lansia. Temuan ini menegaskan pentingnya
pendekatan desain yang inklusif dan berbasis pengguna untuk menghasilkan solusi yang efektif
dan relevan bagi kelompok lansia.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
