Infeksi Cytomegalovirus Sebagai Faktor Risiko Tuli Sensorineural Kongenital Pada Anak: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Infeksi Cytomegalovirus (CMV) adalah salah satu faktor risiko
infeksi virus kongenital yang dapat menyebabkan tuli sensorineural kongenital
pada bayi. Infeksi CMV pada ibu hamil dapat menular ke janin dan mengganggu
perkembangan sistem pendengaran, terutama koklea dan saraf auditorius, yang
berisiko menyebabkan tuli sensorineural. Masalah ini memiliki dampak jangka
panjang terhadap perkembangan bahasa, komunikasi, dan aspek sosial anak.
Oleh karena itu, deteksi dan penanganan infeksi CMV sangat penting, terutama
mengingat prevalensi infeksi ini yang terus meningkat di berbagai negara,
termasuk Indonesia.
Metode: Sumber informasi yang digunakan berupa artikel asli dengan melakukan
lima basis data penelitian internasional, yakni Wiley Online Library, ScienceDirect,
Google Scholar, PubMed, dan ProQuest. Dengan mengikuti panduan PRISMA-
ScR serta kategori inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, didapatkan 21 artikel
yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut.
Hasil: Berdasarkan analisis terhadap artikel-artikel yang relevan, ditemukan
bahwa infeksi CMV merupakan salah satu faktor risiko tuli sensorineural kongenital
pada anak. Meskipun banyak bayi dengan infeksi CMV kongenital tampak sehat
saat lahir, beberapa di antaranya mengalami gangguan pendengaran yang dapat
berkembang beberapa tahun setelah kelahiran. Deteksi dini infeksi CMV melalui
skrining pada ibu hamil dan bayi baru lahir sangat penting untuk mengurangi
dampak negatif dari infeksi ini, meskipun penerapan skrining masih terbatas di
banyak negara. Upaya pencegahan, termasuk edukasi tentang kebersihan dan
perilaku pencegahan, serta pengembangan vaksin CMV, juga perlu terus
dilakukan untuk mengurangi prevalensi infeksi CMV kongenital. Intervensi dini dan
rehabilitasi pendengaran dapat membantu mengurangi dampak sosial dan
ekonomi pada anak-anak yang terinfeksi CMV.
Kesimpulan: Infeksi CMV kongenital merupakan salah satu faktor penyebab tuli
sensorineural kongenital pada anak, baik yang gejalanya tampak saat lahir
maupun yang asimptomatik. CMV dapat menyebabkan gangguan pendengaran
progresif yang baru terdeteksi seiring waktu, meskipun tanpa gejala awal.
Berdasarkan hal tersebut, deteksi dini dan skrining universal pada bayi sangat
penting untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran terkait CMV dan
memastikan intervensi yang tepat waktu.
Collections
- Medical Education [2860]
