Hiperbilirubinemia Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss Pada Anak : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Sensorineural Hearing Loss (SNHL) adalah kelainan yang umum
pada bayi baru lahir dengan dampak signifikan pada perkembangan bicara dan
bahasa. Keterlambatan deteksi dapat menghampat kemampuan bicara, bahasa,
dan prestasi akademik. Hiperbilirubinemia neonatal dapat menyebabkan jaundice
dan berpotensi merusak sistem pendengaran memalui toksisitas bilirubin yang
menembus sawar darah otak yang dapat mengakibatkan SNHL permanen. Oleh
karena itu, deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dengan
hiperbilirubinemia sangat penting menggunakan pemeriksaan Otoacoustic
Emission (OAE) dan Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA).
Metode: Sumber data menggunakan adalah orginal article, research article, atau
systematic review menggunakan database Pubmed, Googole Scholar, Science
Direct, dan Proquest. Artikel yang didapat diseleksi menggunakan diagram
PRISMA-ScR.
Hasil: Enam penelitian menunjukan bahwa hiperbilirubinemia pada anak
meningkatkan risiko SNHL dengan tingkat keparahan bergantung pada kadar
bilirubin dan faktor risiko lainnya. Beberapa studi mengindikasikan bahwa
kerusakan permanen pada jalur pendengaran sering terjadi pada bayi dengan
hiperbilirubinemia berat dengan kadar bilirubin lebih dari 20 mg/dl.
Kesimpulan: Hiperbilirubinemia terbukti menjadi faktor risiko signfikan untuk
SNHL. Sebagian bayi dengan hiperbilirubinemia menunjukan perbaikan
pendengaran dan beberapa bayi dengan kadar bilirubin tinggi berisiko mengalami
kerusakan permanen pada jalur pendengaran akibat toksisitas bilirubin yang
merusak batang otak dan nuclei auditori.
Collections
- Medical Education [2954]
