• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hiperbilirubinemia Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss Pada Anak : A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    21711129.pdf (3.953Mb)
    Date
    2025
    Author
    Wahyudinita, Putri Aisyah Pramesti
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Sensorineural Hearing Loss (SNHL) adalah kelainan yang umum pada bayi baru lahir dengan dampak signifikan pada perkembangan bicara dan bahasa. Keterlambatan deteksi dapat menghampat kemampuan bicara, bahasa, dan prestasi akademik. Hiperbilirubinemia neonatal dapat menyebabkan jaundice dan berpotensi merusak sistem pendengaran memalui toksisitas bilirubin yang menembus sawar darah otak yang dapat mengakibatkan SNHL permanen. Oleh karena itu, deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dengan hiperbilirubinemia sangat penting menggunakan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dan Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA). Metode: Sumber data menggunakan adalah orginal article, research article, atau systematic review menggunakan database Pubmed, Googole Scholar, Science Direct, dan Proquest. Artikel yang didapat diseleksi menggunakan diagram PRISMA-ScR. Hasil: Enam penelitian menunjukan bahwa hiperbilirubinemia pada anak meningkatkan risiko SNHL dengan tingkat keparahan bergantung pada kadar bilirubin dan faktor risiko lainnya. Beberapa studi mengindikasikan bahwa kerusakan permanen pada jalur pendengaran sering terjadi pada bayi dengan hiperbilirubinemia berat dengan kadar bilirubin lebih dari 20 mg/dl. Kesimpulan: Hiperbilirubinemia terbukti menjadi faktor risiko signfikan untuk SNHL. Sebagian bayi dengan hiperbilirubinemia menunjukan perbaikan pendengaran dan beberapa bayi dengan kadar bilirubin tinggi berisiko mengalami kerusakan permanen pada jalur pendengaran akibat toksisitas bilirubin yang merusak batang otak dan nuclei auditori.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54930
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV