• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Fenomena Kawin Lari di “Bumi Cendana” Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Bingkai Fikih Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    22913020.pdf (2.600Mb)
    Date
    2025
    Author
    Hamdi, Ahmad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tradisi kawin lari pada masyarakat Cendana, Kota Soe dan bagaimana pandangan fikih Indonesia terhadap tradisi kawin lari pada masyarakat Cendana, Kota Soe dengan pendekatan sosiologi dan antropologi hukum islam. Tradisi kawin lari ini dilakukan oleh seorang laki-laki dengan membawa seorang perempuan keluar dari rumahnya, kemudian mendatangi seorang tokoh agama untuk dinikahkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan etnografi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi kawin lari ini awalnya dilakukan prosesi nikah adat seperti biasanya, mulai dari proses minta masuk sampai proses penyerahan belis. Namun ketika pada waktu penyerahan belis, pihak laki-laki tidak dapat membayar belis yang telah ditetapkan, sehingga mereka melakukan kawin lari. Tradisi kawin lari pada masyarakat Cendana, Kota Soe dalam bingkai fikih Indonesia dengan pendekatan sosiologi dan antropologi hukum islam merupakan merupakan jalan keluar dari permasalahan kehidupan praktis yang bersifat sosial dengan pengembangan fikih. Menyegerakan perkawinannya merupakan bentuk maslahat dari persoalan mereka dibandingkan mereka tetap dalam satu hubungan namun tidak ada ikatan perkawinan, sehingga mafsadatnya akan lebih besar, yakni rawan terjerumus dalam zina. Dalam pendekatan sosiologi hukum islam, tradisi kawin lari ini sesuai dengan teori fungsional struktual dengan unsur adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan latensi. Serta sesuai dengan teori challenge and response, tradisi kawin lari ini merupakan reaksi dari tantangan ketidakmampuan seorang laki-laki membayar belis. Dalam pendekatan antropologi hukum islam, tradisi kawin lari ini sesuai dengan teori islam diskursif, yakni tradisi dalam ajaran agama islam tidak bersifat statis, melainkan dapat berubah sesuai dengan kondisi tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Begitu juga dengan teori fungsionalisme, tradisi kawin lari ini merupakan kebudayaan yang dianggap sebagai sikap dan pola perilaku yang menjadi kebiasaan dan kepercayaan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54912
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV