Pembuatan Model Pembuluh Arteri Koroner dan Karakterisasi Hasil Proses 3D Print Stereolithography Menggunakan Campuran Resin Flex dan Resin Standar
Abstract
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian
secara global menjadikan penyakit tersebut sebagai salah satu penyakit yang paling
menarik perhatian secara global dan harus ditangani secara serius. Salah satu
metode untuk menangani penyakit jantung koroner adalah dengan penggunaan
stent jantung. Di Indonesia, penelitian tentang penggunaan stent jantung telah
banyak ditemukan akan tetapi masih belum ada alat peraga sebagai media
pengujian pemasangan stent jantung. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk
membuat model yang digunakan sebagai referensi alat peraga pemasangan stent
jantung, menggunakan teknologi 3D print SLA dengan resin campuran antara resin
standar dan resin lentur dalam perbandingan 50:50. Pengujian dilakukan dengan
melihat hasil cetak dari model untuk melihat apakah model pembuluh darah arteri
koroner dapat dicetak dengan teknologi 3D print.
Pengujian geometri dan pengujian kekasaran permukaan model pembuluh
darah arteri koroner dilakukan untuk mengetahui karakteristik serta nilai roughness
average yang dihasilkan dari model hasil cetak 3D print. Dari pengujian geometri
yang dilakukan didapatkan ukuran rata-rata diameter Left Coronary Artery (LCA)
adalah 4,86 mm, Right Coronary Artery (RCA) 3,65 mm, dan aorta 34,47 mm,
semuanya berada dalam rentang ukuran arteri koroner asli. Ketebalan dinding
model yang diukur pada Left Anterior Descending (LAD) dan Left Circumflex
Artery (LCX) konsisten sebesar 0,80 mm, sesuai dengan desain dan rentang tebal
dinding arteri asli (0,6 mm – 1,2 mm). Namun, nilai kekasaran permukaan model
(Ra) berada di atas rentang kekasaran permukaan arteri koroner asli, yang berkisar
antara 0,65 μm – 2,5 μm tergantung kondisi hidrasi.
Collections
- Mechanical Engineering [787]
