Evaluasi Kinerja Bundaran Tugu Kartasura Menggunakan Studi Mikrosimulasi Lalu Lintas
Abstract
Bundaran Tugu Kartasura merupakan titik penting karena terletak di jalur utama yang
menghubungkan Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, serta titik temu antara
Kota Yogyakarta dan Kota Semarang. Kondisi lalu lintas di Bundaran Tugu Kartasura dapat berubah
tergantung pada waktu dan hari tertentu, tetapi karena merupakan titik penting dalam sistem
transportasi bundaran ini seringkali padat dengan banyaknya kendaraan yang melintas, terutama
pada jam sibuk seperti pulang pergi kerja atau akhir pekan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kinerja dari Bundaran Tugu Kartasura, mengembangkan model mikrosimulasi lalu
lintas serta memberikan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja bundaran
dengan perhitungan PKJI 2023 dan disimulasikan atau dimodelkan menggunakan software PTV
VISSIM.
Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan langsung di lokasi penelitian selama 2 hari
yaitu pada hari sabtu dan senin. lalu perharinya dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pagi (06.30 – 09.30
WIB) dan sesi sore (15.00 – 18.00 WIB). Selanjutnya data-data tersebut di analisis menggunakan
PKJI 2023 dan di simulasikan menggunakan software PTV VISSIM untuk mencari alternatif terbaik
dalam perbaikan bundaran.
Dari hasil analisis eksisting menggunakan perhitungan PKJI 2023 didapatkan nilai DJ pada
bagian jalinan AB sebesar 0,95, DJ pada bagian jalinan BC sebesar 0,72, DJ pada bagian jalinan CA
sebesar 0,84, tundaan lalu lintas bundaran (TLL) sebesar 11,072 detik/SMP, nilai tundaan bundaran
rata-rata sebesar 15,072 detik/SMP, dan peluang antrian bundaran (Pa) tertinggi antara 32,90-
68,81%. Hasil pemodelan eksisting menggunakan software PTV VISSIM didapatkan nilai panjang
antrean di Jl. Boyolali – Kartasura sebesar 119 m, pada ruas Jl. Jendral A. Yani sebesar 149 m, pada
ruas Jl. Yogyakarta – Solo sebesar 43 m. dan nilai tundaan di Jl. Boyolali – Kartasura sebesar 26
detik/SMP, pada ruas Jl. Jendral A. Yani sebesar 32 detik/SMP, pada ruas Jl. Yogyakarta – Solo
sebesar 10 detik/SMP. Alternatif yang akan digunakan adalah alternatif 1 karena dengan penerapan
alternatif 1 ini Panjang antrean pada ruas Jl. Raya Boyolali – Kartasura berkurang sebesar 90 % dari
eksisting yang sebelumnya 119 m menjadi 12 m. Serta terjadi penurunan waktu tundaan sebesar
62% yang sebelumnya 26 detik/SMP menjadi 10 detik/SMP. Pada ruas Jl. Jendral A. Yani juga
terjadi penurunan pada Panjang antrean sebesar 73% dari yang sebelumnya 149 m menjadi 41 m.
Tetapi terjadi peningkatan waktu tundaan sebesar 13% yang sebelumnya 32 detik/SMP menjadi 36
detik/SMP namun peningkatnnya tidak terlalu signifikan. Pada ruas Jl. Yogyakarta – Solo terjadi
penurunan Panjang antrean sebesar 69% yang sebelumnya 43 m menjadi 13 m. selain itu juga
mengalami penurunan waktu tundaan sebesar 46% yang sebelumnya 10 detik/SMP menjadi 6
detik/SMP.
Collections
- Civil Engineering [4889]
